dan terhadap nikmat Tuhan-Mu, maka hendaklah kamu sebarkan.

Archive for Juli, 2012

Menerapkan tampilan berbeda ke sebuah dokumen Word 2010

Zoom

Zoom digunakan untuk menampilkan dokumen sesuai dengan kebutuhan, terkadang anda membutuhkan dokumen ditampilkan dengan ukuran yang lebih besar dari biasanya, atau 2 halaman ditampilkan.

Memilih pengaturan zoom

Lakukan salah satu langkah berikut ini:

  • Klik tab View, pada group Zoom, klik Zoom 100%.

      clip_image002

  • Pada tab View, pada Zoom group, klik One Page, Two Pages, atau Page Width.

      clip_image004

  • Pada tab View, pada Zoom group, klik Zoom, lalu masukan persentase atau pilih dari pengaturan yang anda inginkan, lalu klik OK.

       clip_image006

Split

Menggunakan Split

Split digunakan untuk membagi tampilan dari sebuah dokumen, menjadi 2 bagian, sehingga dapat melihat 2 bagian dokumen yang berbeda dalam satu waktu.

  • Klik tab View, pada group Window, klik Split.

       clip_image008

Mengatur jendela dokumen yang terbuka

Menggunakan Arrange All untuk menyusun tampilan dari beberapa dokumen

Dari beberapa dokumen yang terbuka, bisa ditampilkan dalam bentuk Tile. Sehingga dapat dengan mudah untuk ber-navigasi antar satu dokumen ke dokumen lainnya.

  • Pada tab View, pada group Window, klik Arrange all.

      clip_image010

View Side by Side

Menggunakan tampilan Side by Side

Tampilan side by side digunakan untuk membandingkan satu dokumen dengan dokumen lainnya, umumnya digunakan untuk mengetahu perbedaan dari 2 buah dokumen yang memiliki kesamaan isi.

1. Buka 2 buah file yang anda ingin tampilan, lalu membandingkan satu dengan yg lainnya.

2. Pada tab View, pada group Window, klik View Side by Side.

clip_image012

3. Untuk menurunkan atau menaikkan tampilan dari side by side pada suatu waktu, klikSynchronous Scrolling pada group Window pada tab View.

Menutup tampilan Side by Side

Untuk menutup tampilan Side by Side, klik View Side by Side pada group Window pada tab View.

Document Views

Document view digunakan untuk melihat tampilan berbeda dari dokumen anda.

  • Pada tab View, pada group Document Views, klik salah satu dari tampilan yang tersedia.

      clip_image014

Print Layout

Menampilkan dokumen seperti yang akan dicetak ke mesin printer.

Full Screen Reading

Menampilkan dokumen untuk memaksimalkan ruang yang tersedia, sehingga memudahkan pengguna untuk membaca dan memberikan perintah komentar pada dokumen.

Web Layout

Menampilkan dokumen seperti tampilan sebuah halaman Web.

Outline

Menampilkan dokumen sebagai outline dan tampilan tool untuk outline.

Draft

Menampilkan dokumen sebagai sebuah draft untuk kemudahan melakukan perubahan pada dokumen.

Tapi beberapa bagian dari sebuah dokumen, pada tampilan draft ini, seperti header dan footer tidak akan aktif.

Switch Windows

Digunakan untuk berpindah dari satu dokumen ke dokumen Word lainnya. Perintah ini bisa berjalan jika ada lebih dari satu dokumen Word yang terbuka.

  • Pada tab View, pada group Window, klik Switch Windows, lalu klik dokumen yang anda ingin tampilkan ke depan dari dokumen yang tampil saat itu.

      clip_image016

New Windows

Membuka sebuah window baru yang berisi tampilan dari dokumen yang tampil pada saat itu.

Dengan menggunakan perintah ini, ada akan dibuatkan sebuah dokumen baru berdasar dokumen yang saat itu tampil.

  • Pada tab View, pada group Window, klik New Window.

      clip_image018

Iklan

Berbagi dokumen pada Word 2010

Save & Send

Mengirimkan dokumen sebagai attachment dengan Send using E-mail

Mengirim dokumen sebagai attachment

Perintah ini digunakan untuk mengirimkan dokumen yang sedang aktif, dikirimkan melalui email sebagai attachment (lampiran). Tapi pastikan terlebih dahulu anda memiliki alamat email untuk bisa mengirimkannya ke rekan anda, dan alamat email tersebut terhubung ke sebuah aplikasi email, seperti Microsoft Outlook atau Windows Live Mail pada komputer anda.

.clip_image002

  1. Buka dokumen yang anda ingin kirim.
  2. Klik tab File, klik Save & Send.
  3. Klik Send Using E-mail, lalu klik Send as Attachment.
  4. Akan muncul sebuah jendela (ini secara otomatis tampil, bisa dari Microsoft Outlook atau Windows Live mail, tergantung pada pengaturan dari 2 aplikasi ini, mana yang dijadikan sebagai aplikasi email utama), pada kotak sebelah To: ketikkan alamat email tujuan. Anda bisa juga untuk memberikan informasi yang lain, pada bagian isi dari email anda.
  5. Klik Send.
Send as PDF

Menjadikan sebuah file PDF dari dokumen yang akan dikirim.

  • Dokumen akan terlihat sama.
  • Font (huruf), format dokumen dan gambar akan terlihat sama.
  • Isi dokumen tidak akan mudah untuk dilakukan peng-editan.
Send as XPS

Menjadikan sebuah file XPS dari dokumen yang akan dikirim.

  • Dokumen akan terlihat sama.
  • Font (huruf), format dokumen dan gambar akan terlihat sama.
  • Isi dokumen tidak akan mudah untuk dilakukan peng-editan.
Send as Internet Fax
  • Mengirimkan sebuah fax tanpa perlu mesin fax.
  • Membutuhkan operator fax.

Menyimpan dokumen ke SkyDrive atau Save to Web

Menyimpan sebuah dokumen ke SkyDrive memungkinkan anda untuk menempatkan dokumen secara terpusat di Web. Ini akan memudahkan pengguna lain untuk mengakses dan melakukan peng-editan, dengan mengirimkan link dari lokasi penempatan file-file tersebut dibanding mengirimkannya secara langsung sebagai attachment, dan kemudahan mengakses dokumen tersebut dari mana saja, selama memiliki koneksi internet ke web.

Pastikan anda memiliki account di Hotmail atau Live, maka anda akan memiliki hak untuk menempatkan dokumen-dokumen yang anda miliki, dan membolehkan pengguna lain untuk membukanya secara online. Karena proses menyimpan dokumen ke web dan membukanya, diharuskan memiliki koneksi internet.

.clip_image004

  1. Klik tab File, lalu klik Save & Send.
  2. Klik Save to Web.
  3. Klik Sign In, masukkan Windows Live ID dan password anda, lalu klik OK.
  4. Pilih folder pada SkyDrive lalu klik Save As. Ketik nama untuk file anda lalu klik Save.

Menempatkan isi dokumen di Blog atau Publish as Blog Post

Perintah ini digunakan untuk menempatkan isi dokumen ke blog. Pastikan anda telah memiliki alamat Blog.

clip_image006

  1. Klik tab File, lalu klik Save & Send.
  2. Klik Publish as Blog Post.

File Types

Merubah tipe file dokumen

Seperti diketahui, bahwa dokumen yang disimpan dengan Word 2010 tidak akan bisa dibuka oleh versi Word 97-2003. Sehingga jika anda ingin untuk bisa membuka di Word 97-2003, maka harus dirubah tipe dokumennya.

Untuk merubah tipe dari dokumen, tidak hanya untuk versi Word 97-2003, tapi anda bisa menyimpannya ke bentuk file lainnya, seperti:

  • Template
  • Plain Text
  • Rich Format
  • Single Web Page
  • Save as Another File Type

clip_image008

Berikut ini menyimpan dokumen ke versi Word 97-2003.

  1. Klik tab File, lalu klik Save & Send.
  2. Pada bagian File Types, klik Change File Type.
  3. Pada bagian sebelah kanan, tentukan dalam bentuk file apa anda ingin simpan. Dalam contoh ini klik Word 97-2003 Document, lalu klik Save As.
  4. Masukkan nama file pada kotak File Name:
  5. Lalu klik tombol Save.

Membuat PDF/XPS Dokumen

Terkadang anda ingin menyimpan sebuah dokumen yang tidak bisa dilakukan peng-editan atau dimodifikasi oleh pengguna lain. Anda bisa menyimpannya tanpa memerlukan aplikasi tambahan.

Sekali anda sudah menyimpannya sebagai sebuah dokumen PDF atau XPS, anda tidak bisa mengembalikannya kedalam bentuk Word.

Menggunakan Navigation Pane dan Search pada Word 2010

Dengan menggunakan feature ini, anda dapat bernavigasi di dokumen anda dengan heading, atau halaman, atau dengan melakukan pencarian untuk text atau objek.

  • Berpindah antar heading pada dokumen dengan klik bagian-bagian dari navigation pane ini.
  • Melakukan collapse level dari outline untuk menyembunyikan heading, sehingga anda dapat dengan mudah untuk bernavigasi jika banyak outline dan dokumen yang panjang.
  • Melakukan pencarian pada kotak search untuk mencari kata dengan cepat.
  • Melakukan drag and drop didalam dokumen untuk mengatur ulang struktur dokumen, anda juga bisa melakukan delete, cut, copy dari heading dan isinya.
  • Menggunakan thumbnails dari keseluruhan halaman pada dokumen dan untuk merpindah dari satu halaman ke halaman lainnya.

Penting: Sebelum menggunakan feature baru ini, pastikan dokumen anda sudah diformat terlebih dahulu menggunakan Styles. Pastikan anda memiliki heading-heading dari tiap-tiap judul.

Pada contoh berikut ini, dokumen sudah menggunakan styles.

Navigation 1

Untuk membuka tampilan dari Navigation Pane and Search, lakukan langkah berikut:

  • Klik tab View, pada grup Show, centang Navigation Pane.

Navigation 2

Tampilan Navigation pane and search akan muncul disebelah kiri dokumen anda.


Ada 3 bagian pada tampilan tersebut:

1. Browse the headings in your document

Pada tampilan ini,(sebagai tampilan default) anda bisa dengan mudah untuk bernavigasi dari dokumen anda yang besar, dalam artian anda memiliki banyak halaman dan isi pada dokumen tersebut, dengan memilih heading-heading atau style dari dokumen anda. Anda dapat dengan mudah untuk berpindah dari satu bagian dari dokumen ke bagian dokumen lainnya.

Navigation 3

2. Browse the pages in your document

Pada tampilan ini, anda dapat untuk bernavigasi per tiap halaman dari dokumen anda.

Navigation 4

3. Browse the results from your current search

Pada tampilan ini, anda harus mengetikan kata pencarian pada kotak yg disediakan, sebagai contoh, misalnya anda mengetikkan sebuah kata movie, maka pada bagian ini akan memunculkan setiap kata movie di dokumen anda. Anda dapat dengan mudah untuk menemukan setiap kata movie, dan berpindah dari movie yang satu ke movie yang lainnya.

Navigation 5

Berikut ini adalah contoh hasil pencariannya:

Navigation 6

Memberikan perlindungan pada Word 2010

Menerapkan password ke sebuah dokumen

Menggunakan password untuk melindungi dari seseorang yang tidak memiliki akses ke dokumen tersebut.

  1. Klik tab File, klik Info.
  2. Klik Protect Document, lalu klik Encrypt with Password.
  3. Pada kotak Encrypt Document, ketik sebuah password, lalu klik OK.
  4. Pada kotak Confirm Password, ketik password lagi, sama dengan password yang dimasukkan pada langkah ke-3 di atas, lalu klik OK.

clip_image002

Mark as Final

Perintah ini digunakan untuk mematikan pengetikan, peng-editan tidak bisa dilakukan, karena dokumen menjadi read-only. Perintah ini berguna untuk berkomunikasi ketika berbagi file. Dan juga untuk mencegah user lain untuk melakukan perubahan pada dokumen tersebut.

Mengaktifkan perintah Mark as Final
  1. Klik tab File, klik Info.
  2. Klik Protect Document, lalu klik Mark as Final, klik OK, lalu klik OK.
Me-nonaktifkan perintah Mark as Final
  1. Klik tab File, klik Info.
  2. Klik Protect Document, lalu klik Mark as Final.

Memungkinkan perubahan ke bagian-bagian dari sebuah dokumen yang diberi password

Perintah ini digunakan untuk memberikan perlindungan hanya pada sebuah atau beberapa bagian dari dokumen. Berbeda dengan perintah menerapkan password ke sebuah dokumen di atas, perintah ini memungkinkan pemilik dokumen untuk memberikan hak kepada pengguna lainnya untuk melakukan peng-editan pada bagian-bagian tertentu dari sebuah dokumen.

Ada 2 bagian perintah perlindungan yang bisa diberikan:

  1. Memberikan hak pen-geditan pada bagian-bagian tertentu untuk siapapun yang bisa membuka dokumen tersebut.
  2. Memberikan peng-editan pada pengguna tertentu dengan dengan memberikan permission (hak) untuk melakukan peng-editan.
Memberikan perlindungan ke sebuah dokumen dan menandai (mark) bagian-bagian yang dapat diubah.

1. Untuk menggunakan perintah Restrict Editing, dapat dilakukan dengan 2 cara:

  • Pada tab Review, pada group Protect, klik Restrict Editing. Atau

       clip_image002[6]

  • Klik tab File, klik Info. Lalu klik Protect Document, lalu klik Restrict Editing.

      clip_image004

2. Akan muncul Restrict Formatting and Editing task pane di sebelah kanan, lalu lihat pada wilayah 2. Editing restrictions, beri tanda cek pada Allow only this type of editing in the document.

3. Lalu klik No changes (Read only).

4. Selanjutnya tentukan bagian dari dokumen yang anda ingin tentukan untuk bisa dilakukan peng-editan.

5. Pada wilayah Exceptions, lakukan salah satu langkah berikut:

  • Untuk membolehkan siapapun untuk membuka dokumen dan melakukan peng-editan ke bagian yang telah anda pilih pada langkah No. 4 di atas, beri tanda cek padaEveryone.
  • Untuk membolehkan hanya pada penguna tertentu untuk membuka dokumen dan melakukan peng-editan ke bagian yang telah anda pilih pada langkah No. 4 di atas, klik More users, lalu tentukan nama dari penggunanya.

6. Pada wilayah 3. Start enforcement, klik Yes, Start Enforcing Protection.

7. Pada kotak Start Enforcing Protection, ketik sebuah password, lalu ketik password lagi, sama dengan password yang dimasukan pada kotak sebelumnya, lalu klik OK

Menghilangkan perlindungan dari sebuah dokumen.

1. Pada tab Review, pada group Protect, klik Restrict Editing.

2. Pada Restrict Formatting and Editing task pane, klik Stop Protection.

3. Jika diminta untuk menyediakan password, ketik passwordnya.

Melakukan peng-editan pada dokumen yang diberikan perlindungan.

Ketika membuka sebuah dokumen yang dilindungi, Word 2010 membatasi pada apa yang anda bisa rubah. Restrict Formatting and Editing task pane menampilkan bagian-bagian dari dokumen dimana anda memiliki hak untuk melakukan peng-editan, dengan klik tombol:

1. Pada tab Review, pada group Protect, klik Restrict Editing.

2. Klik Find Next Region I Can Edit atau Show All Regions I Can Edit.

Membuat No Halaman berbeda pada Word 2010

Dalam membuat sebuah dokumen pada Word, kadang kita diperlukan untuk membuatkan no halaman yang berbeda pada dokumen tersebut. Misalnya untuk kata pengantar dan daftar isi menggunakan bentuk i, ii,iii, ….dst. dan untuk isi dokumen dimulai dari 1, 2, 3, …..dst.

Seperti contoh dokumen di bawah ini

clip_image002

Dapat dilihat pada dokumen diatas memiliki daftar isi yang dimulai dari halaman 1 sampai halaman 4, sementara isi dokumen baru dimulai pada halaman 5.

Pada daftar isi, akan dicoba untuk memberikan halaman dengan bentuk i, ii, iii, …..dst. Sedangkan untuk isi dokumen pada halaman ke 5 akan diberikan halaman dengan bentuk 1, 2, 3, ….dst.

Catatan: Pastikan isi dokumen pada contoh ini pada halaman ke 5, diberikan perintah Tab Insert >> Page Break, perintah ini digunakan untuk memindahkan posisi isi dokumen untuk ada dihalaman terpisah dengan daftar isi. Harus seperti contoh diatas.

Langkah untuk memberikan no halaman pada dokumen anda.

1. Arahkan pointer ke halaman 1

clip_image004

2. Pada Tab Insert, pada Group Header & Footer, klik Page Number, lalu pilih Format Page Numbers. Ini digunakan untuk memberikan no halaman dalam bentuk I, ii,…..dst.

clip_image006

3. Akan muncul kotak dkialog dari Page Number Format. Pada Number Format pilih bentuk i, ii, iiii…. lalu klik OK.

clip_image008

4. Selanjutnya adalah menentukan letak dari penempatan no halamannya. Pada Tab Insert, pada Group Header & Footer, klik Page Number, misalnya anda ingin menempatkan no halaman pada kanan atas, maka klik Top Of Page, lalu pilih Plain Number 3.

clip_image010

5. Akan terlihat bentuk no halamannya, anda dapat menurukan layar ke bawah untuk melihat pada no halaman yg lainnya.

clip_image012

Sampai tahapan ini, sudah bisa untuk memberikan no halaman pada dokumen anda. Tapi kalau diperhatikan, sampai akhir dokumen ini, bentuk dari no halaman adalah menggunakan bentuk i, ii, iii, …dst.


Pada langkah berikutnya, akan dicoba untuk memberikan bentuk no halaman yang berbeda untuk isi dokumennya.

1. Tempatkan posisi kursor di akhir halaman iv (dalam contoh ini diakhir dari daftar isi anda), lalu pada Tab Home, Group Paragraph, aktifkan perintah Show/Hide clip_image014

clip_image016

2. Pastikan kembali bahwa kursor anda berada di akhir ————–Page Berak————-, lalu klik Tab Page Layout, pada Group Page Setup, klik Breaks, lalu pada bagian Section Break, klik Next Page.

clip_image018

3. Maka akan menampilkan section break ke halaman selanjutnya. Dan posisi kursor akan pindah ke halaman v.

clip_image020

4. Selanjutnya, klik Tab Insert, pada Group Header & Footer, klik Page Number, lalu pilihFormat Page Numbers. Akan muncul kotak dkialog dari Page Number Format. PadaNumber Format pilih bentuk 1, 2, 3, …. lalu pada Page numbering, pada kotak Start at:ketik 1, klik OK.

clip_image022

5. Maka bentuk halaman v, akan berubah menjadi angka 1.

clip_image024

Yup sudah selesai teknik membuat no halaman berbeda pada dokumen anda. Dapat anda lihat bahwa daftar isi anda menggunakan format i, ii, iii, dan iv, sementara isi dokumen anda dimulai dari halaman 1 dst.


Berikut ini adalah tampilan sebelum dan sesudah dari no halaman pada Table of Contents.

Tampilan sesudah diupdate table of contents, dapat dilihat, bahwa isi dokumen dimulai pada halaman 4.

clip_image026

Tampilan sesudah diupdate table of contents, no halaman sudah diupdate dimulai dari halaman 1.

clip_image028

Semoga bermanfaat.

Mengenal Bookmark pada Word 2010

Sebuah bookmark mengidentifikasi sebuah lokasi dari sebuah tulisan yang anda pilih, yang anda berikan nama dan mengidentifikasi untuk kebutuhan pencarian di waktu yang akan datang. Sebagai contoh anda mungkin menggunakan sebuah bookmark unutk mengidentifikasi tulisan yang ingin anda lakukan revisi/perbaikan di lain waktu. Dibanding anda harus mencari tulisan tersebut, anda dapat menandai tulisan tersebut menggunakan bookmark. Anda akan merasa kesulitan ketika bekerja dengan isi dokumen yang banyak, dan harus mencari tulisan tersebut. Penggunaan bookmark akan lebih efisien.

Pada bagian ini anda akan mempelajari tentang:

  • Membuat sebuah bookmark
  • Melihat tulisan yang ditandai dengan bookmark
  • Menuju sebuah bookmark
  • Menghapus sebuah bookmark

Membuat sebuah bookmark

clip_image002

  1. Pilih tulisan atau anda dapat meletakkan kursor pada sebuah gambar, tabel, atau objek lain pada dokumen Word anda.
  2. Klik tab Insert, pada group Links, klik Bookmark.
  3. Pada kotak dialog Bookmark, masukkan nama untuk bookmark, dibawah bagian Bookmark name: misalnya beri nama revisi1.
  4. Lalu klik Add.

clip_image004

Melihat tulisan yang ditandai dengan bookmark

Secara umum, ketika anda telah menandai sebuah tulisan dengan bookmark, anda tidak akan melihat tanda yang diberikan oleh Word. Sebetulnya Word memberikan tanda [ ] pada sebuah tulisan yang telah diberikan bookmark, tapi Word tidak menampilkannya ke dalam dokumen anda. Untuk melihat tulisan mana yang telah diberikan bookmark, lakukan langkah berikut:

  1. Klik File, lalu klik Word Options.
  2. Klik Advanced, lalu pada bagian Show document, beri cek pada Show Bookmarks.
  3. Klik OK.

clip_image006

Maka anda akan melihat tulisan yang telah ditandai dengan bookmark, akan seperti gambar berikut ini.

clip_image008

Menuju sebuah bookmark

Seperti sudah disampaikan di bagian atas tentang apa kegunaan sebuah bookmark, maka langkah berikutnya adalah anda akan dengan cepat untuk mmenemukan lokasi dari sebuah bookmark yang telah anda buat. Anda bisa saja untuk berada pada bagian awal atau akhir dokumen, selanjutnya anda harus membuka kotak dialog dari bookmark.

  1. Klik tab Insert, pada group Links, klik Bookmark.
  2. Klik nama dari bookmark, misalnya klik revisi1.
  3. Klik Go To.

clip_image010

Menghapus sebuah bookmark

Untuk menghapus sebuah bookmark, anda dapat lakukan langkah berikut:

  1. Klik tab Insert, pada group Links, klik Bookmark.
  2. Klik nama dari bookmark, misalnya klik revisi1.
  3. Klik Delete, lalu klik Close.

clip_image012

Membuat Grafik pada Excel 2010

Chart atau biasa disebut grafik adalah sebuah penggambaran/pemetaan dari data yang ada. Penggambaran ini memudahkan anda untuk melihat trend data. Akan lebih mudah melihat dan menganalisis sebuah data dengan model penggambaran seperti grafik ini. Anda dengan mudah dapat melihat apakah penjualan perusahaan dalam 3 bulan pertama tahun ini mengalami kenaikan atau malah mengalami penurunan penjualan. Dibandingkan dengan anda menerima data dalam bentuk table.

Microsoft Excel 2010 memudahkan anda untuk membuat sebuah chart. Menyediakan tipe chart yang berbeda, yang bisa anda pilih ketika anda membuatnya. Untuk tipe chart yang sering digunakan, anda bisa mengatur data yang akan ditampilkan pada chart dalam baris atau kolom dalam sebuah worksheet. Beberapa tipe chart tertentu seperti pie dan bubble, membutuhkan data yang sangat spesifik. Penggunaan pie dan bubble chart biasanya untuk data single. Sedangkan untuk data berdasarkan baris dan kolom yang banyak (multiple) biasanya menggunakan column dan bar chart.

Pada gambar di bawah ini anda dapat melihat bagaimana penggunaan sebuah grafik membantu anda dalam menganalisis data dan mengambil keputusan berdasarkan data tersebut.

image

Data yang digunakan

image

Contoh dari grafik yang dihasilkan dari data di atas

1. Membuat sebuah Chart

  1. Pilih sebuah range atau table yang akan anda buatkan sebuah chart.
  2. Klik tab Insert, pada group Chart, anda bisa melakukan salah satu langkah di bawah ini:

a. Klik sebuah tipe chart, maka akan muncul sub/model dari chart tersebut.

b. Klik sebuah tipe chart, klik All Chart Types. Akan menampilkan kotak dialog Create Chart.

c. Untuk melihat model chart yang tersedia, klik Dialog box launcherclip_image001. Akan menampilkan kotak dialog Create Chart yang berisi seluruh tipe chart yang tersedia pada Excel 2010, beserta sub dari chart. Pilih model chart yang anda inginkan.

  1. Sebuah chart akan tampil, dengan tipe yang anda pilih.

image

2. Merubah lokasi penempatan chart

Secara default chart yang anda buat akan berada berdekatan dengan worksheet range/table sumber.

  1. Klik chart yang sudah anda buat.
  2. Klik tab Design, pada group Location, klik Move Chart.
  3. Pada kotak dialog Move Chart, klik New sheet.
  4. Klik OK.

image

3. Bekerja lebih lanjut dengan chart

Ketika anda bekerja dengan sebuah chart, maka akan muncul contextual tools Design, Layout dan Format. Anda bisa menggunakan perintah-perintah yang tersedia untuk memodofikasi chart sehingga data yang ditampilkan sesuai dengan yang anda inginkan.

Tab Design

image

a. group Type

  • Change Chart Type. Digunakan untuk merubah tipe chart menjadi tipe lain.
  •  Save Template. Menyimpan format dan layout dari chart yang telah anda buat dan menyimpannya sebagai template, dan bisa digunakan untuk membuat chart dikemudian hari.

b. group Data

  • Switch Row/Column.Merubah tampilan chart dengan merubah data yang akan ditampilkan baik data dilihat dari baris atau data dilihat dari kolom.
  • Edit Data Source. Merubah data sumber, anda bisa menambahkan data lain untuk ditampilkan dalam chart.

c. group Chart Layout

  • Merubah layout dari chart, seperti model penempatan lokasi chart title, menampilkan data labels, data Table dll. Tampilan pada chart layout ini dapat anda gunakan untuk menampilkan sebuah chart dengan model tampilan yang berbeda, tanpa harus secara manual merubah layoutnya.

d. Group Chart Styles

  • Model dari bar (bentuk batang dalam chart) yang akan ditampilkan. Tanpa harus secara manual merubahnya. Tersedia 54 model bar dalam 1 tipe chart.

e. Group Location

  • Move Chart. Digunakan untuk memindahkan lokasi chart yang berada berdekatan dengan range/table sumber ke worksheet baru.
Tab Layout

image

a.  group Current Selection

    • Chart Area. Digunakan untuk menunjukan bagian-bagian pada chart.
    • Format Selection.Anda bisa memformat bagian-bagian tersebut. Dalam hal ini adalah anda bisa memformat bagian-bagian dalam chart
    •  Reset to Match Style. Mengembalikan pengaturan format ke bentuk awal

b. Group Insert

  • Picture.Anda dapat menambahkan picture/gambar dalam chart.
  • Shapes.Anda dapat menambahkan shape/bentuk, seperti kotak, lingkaran, panah dsb dalam chart.
  • Text box. Memberikan text box didalam chart.

c. group Labels

  • Chart Titles.Menampilkan dan menonaktifkan judul chart. Serta posisi judul tersebut pada chart
  • Axis Titles. Menampilkan dan menonaktifkan judul sumbu x dan sumbu y.
  • Legend. Menampilkan dan menonaktifkan legend (keterangan bar dalam chart). Anda bisa menempatkan posisi legend pada atas, bawah, kiri, kanan chart.
  • Data Labels. Menampilkan dan menonaktifkan nilai/value dari data sumber anda. Sehingga pada chart anda terdapat nilai di setiap bar.
  • Data Table. Menampilkan dan menonaktifkan data table pada chart. Sehingga range/table sumber ditampilkan dalam chart.

d. group Axes

  • Axes. Menampilkan dan menonaktifkan keterangan pada sumbu x dan sumbu y chart. Ketika data anda berupa nilai dalam hitungan mata uang, anda bisa menampilkan data dalam satuan ribu, juta, dan milyar.
  • Gridlines. Menampilkan dan menonaktifkan garis pada chart.

e. group Background

  • Plot Area. Menampilkan dan menonaktifkan plot area.
  • Chart wall.Memformat chart wall
  • Chart Floor.Memformat chart floor
  • 3-D View. Menampilkan chart dalam 3 dimensi.

f. group Analysis

  • Trendline.Menambahkan sebuah trendline pada chart
  • Lines.Menambahkan garis pada chart.
  • Up/Down Bars.Menambahkan bar baru di atas atau di bawah chart.
  • Error Bars. Menampilkan error bar.

g. group Properties

  • Anda dapat memberikan nama untuk chart, sehingga memudahkan untuk pencarian sebuah chart.
tab format

image

a. group Current Selection

  • Chart Area. Digunakan untuk menunjukan bagian-bagian pada chart.
  • Format Selection.Anda bisa memformat bagian-bagian tersebut. Dalam hal ini adalah anda bisa memformat bagian-bagian dalam chart
  •  Reset to Match Style. Mengembalikan pengaturan format ke bentuk awal

b. group Shape Styles

Dalam Shape Styles ini anda dapat memberikan warna dan effect pada chart anda. Sehingga tampilan chart anda dilihat lebih menarik, berdasarkan template yang ada. Anda bisa memilih salah satu template yang ada.

  •  Shape Fill. Memberikan warna background untuk chart.
  •  Shape Outline. Memberikanwarna untuk garis luar chart anda.
  •  Shape Effects. Shape effect ini memberikan effect shadow, effect bevel dan lainnya

c. group WordArt Styles

Dalam WorArt Styles ini anda dapat memberikan warna dan effect pada text yang berada dalam chart, berdasarkan template yang ada. Anda bisa memilih salah satu template yang ada.

  •  Text Fill. Memberikan warna background untuk text dalam chart.
  •  Text Outline. Memberikan warna untuk garis luar text anda
  •  Text Effects. Shape effect ini memberikan effect shadow, effect bevel dan lainnya.

d. group Arrange

Dalam group ini perintah perintah didalamnya akan aktif jika anda menambahkan shape/bentuk ke dalam chart.

  •  Bring to Front.Memindahkan posisi suatu shape ke depan shape lain
  • Send to Back.Memindahkan posisi suatu shape ke belakang shape lain
  •  Selection Pane.Menampilkan sebuah pane (sebuah kotak dialog) untuk mengatur objek-objek (Shapes, Chart, Picture, ClipArt, SmartArt) yang berada dalam worksheet. Anda bisa menyembunyikan objek-objek tersebut, dan menampilkannya kembali di lain waktu.
  •  Align.Untuk mengatur perataan dari shape-shape yang ada.
  •  Group.Menggabungkan shape-shape yang ada.
  •  Rotate. Memutar posisi shape.

e. group Size

  • Digunakan untuk mengatur lebar dan panjang dari sebuah objek.

4. Membuat sebuah chart template

Untuk menggunakan sebuah chart yang anda sukai dan sesuai dengan keinginan anda, anda bisa menyimpan chart sebagai sebuah chart template (*.crtx). Chart template ini berisi semua format yang anda buat beserta dengan model chart yang anda pilih. Dibanding anda harus menyesuaikan sebuah chart baru dengan merubah semua propertiesnya. Anda bisa menggunakan chart template ini untuk membuat model yang sama untuk chart anda tanpa harus mengeditnya tiap chart.

  1. Klik chart yang akan anda jadikan sebagai template
  2. Pada tab Design, pada group Type, klik Save Template.
  3. akan muncul kotak dialog Save in.
  4. Pada kotak File name, ketikan nama untuk chart template tersebut.
  5. Klik Save.

5. Membuat sebuah chart baru dengan chart template

  1. Pastikan anda memiliki range/table data, sebagai data sumber untuk membuat chart.
  2. Tempatkan kursor mouse dalam range/table data.
  3. Klik tab Insert, pada group Chart, pilih chart model mana saja, lalu klik All Chart Types.
  4. Akan muncuk kotak dialog Create Chart.
  5. Klik Templates, lalu klik chart template yang sudah tersedia.
  6. Klik OK.

Catatan. Anda bisa juga untuk merubah chart yang sudah ada dengan sebuah chart template.

6. Membuang atau menghapus sebuah chart template

  1. Klik tab Insert, pada group Chart, pilih chart model mana saja, lalu klik All Chart Types.
  2. Akan muncuk kotak dialog Create Chart.
  3. Klik Manage Template.
  4. Akan muncul jendela Windows Explorer.
  5. Klik pada file chart template tersebut, lalu tekan Delete pada keyboard anda.

7. Menambahkan sebuah Chart Title

Untuk membuat sebuah chart mudah dipahami, anda bisa menambahkan title (judul) untuk chart title dan axis title (sumbu). Axis title biasanya untuk ditampilkan pada sumbu x dan sumbu y dari chart anda.

  1. Klik chart anda yang akan dibuatkan sebuah judul chart.
  2. Pada tab Layout, pada group Labels, klik Chart Title.
  3. Klik Centered Overlay Title atau Above Chart.
  4. Pada text box Chart Title yang muncul dalam chart, ketikan judul untuk chart tersebut.

image

8. Membuat sebuah Axis Title

Pengaktifan axis title untuk menambahkan sebuah judul untuk sumbu x dan sumbu y sebuah chart.

  1. Klik chart anda yang akan dibuatkan sebuah judul chart.
  2. Pada tab Layout, pada group Labels, klik Axis Title.
  3. Anda bisa melakukan salah satu langkah di bawah ini:
    • Untuk memberikan judul pada sumbu x, klik Primary Horizontal Axis Title, lalu klik Title Below Axis.
    • Untuk memberikan judul pada sumbu x, klik Primary Vertical Axis Title, anda bisa memilih Rotated Title, Vertical Title, atau Horizontal Title.
  4. Pada text box Axis Title yang muncul dalam chart, tempatkan kursor, lalu ketikkan judul untuk sumbux atau sumbu y.

image

9. Menambahkan data label pada chart

Data label ini berguna untuk menampilkan nilai/value pada bar pada chart. Dan tampilan nilai ini berada pada bar sebuah chart.

  1. Klik chart anda yang akan tambahkan data label.
  2. Pada tab Layout, pada group Labels, klik Data Labels.
  3. Anda bisa memilih penempatan data labels pada Center, Inside End, Inside Base, dan Outside end.

image

10. Merubah lokasi penempatan legend

Legend digunakan untuk memberikan keterangan dari bar sebuah chart.

  1. Klik chart anda yang akan dirubah lokasi legend.
  2. Pada tab Layout, pada group Labels, klik Legend.
  3. Anda bisa memilih lokasi legend pada Show Legend at Right, Show Legend at Top, Show Legend at Right, Show Legend at Bottom, Overlay Legend at Right, atau Overlay Legend at Left.

image

11. Menambahkan Data Table

Data Table digunakan untuk menambahkan table sumber pada chart.

  1. Klik chart anda yang akan tambahkan Data Table lokasi legend.
  2. Pada tab Layout, pada group Labels, klik Data Table.
  3. Anda bisa memilih menampilkan Data table pada Show Data Table atau Show Data Table with Legend Keys.

image