dan terhadap nikmat Tuhan-Mu, maka hendaklah kamu sebarkan.

Archive for the ‘Excel 2010’ Category

Menggunakan Watch Window pada Excel 2013

Watch Window adalah fasilitas yang digunakan untuk mengetahui formula yang digunakan dalam Microsoft Excel. Penggunaan fasilitas ini berguna untuk mengetahui penulisan (syntax) formula yang ada dalam worksheet tertentu bahkan antar worksheet dalam satu file excel.

2

Sebagai contoh dalam satu worksheet ada banyak formula yang digunakan, watch window dapat menampilkan formula-formula tersebut. Sehingga bagi pengguna dapat mengetahui formula apa saja yang terdapat dalam worksheet tersebut.

Watch windows dapat digunakan untuk melakukan audit dari sebuah formula, melakukan inspeksi dan mengkonfirmasi sebuah formula yang digunakan.

Penggunaan watch windows dapat diletakkan atau ditempel pada toolbar yang sudah ada. Dapat diletakkan dan dipindah-pindah sesuai yang diinginkan.

Berikut adalah hasil penggunaan sebuah watch windows. Formula yang dibuatkan berada pada worksheet yang berbeda. Pada gambar di bawah ini terdapat 3 cell yang terdapat pada watch window.

1

Membuat sebuah sebuah cell formula ke dalam Watch Window.

  1. Pilih cell yang berisi formula.
  2. Klik tab Formulas, pada group Formula Auditing, klik Watch Window.
  3. Klik Add Watch.
  4. Pada kotak dialog Add Watch, klik Add.
  5. Selanjutnya anda dapat memindahkan toolbar dari watch window kemana saja, dapat ditempakan di atas, di bawah, di kiri atau di kanan tampilan layar Excel.
  6. Anda dapat menambakan cell lain yang berisi formula sebanyak yang anda inginkan
  7. Untuk mengetahui cell yang berisi formula, pada watch window toolbar, klik 2 kali salah satu formula, maka secara otomatis Excel akan mengarahkan ke cell tersebut.
  8. Pada toolbar watch window, pilih salah satu cell yang ingin anda hapus.
  9. Klik Delete Watch.

Menghilangkan cell dari Watch Window

  1. Pada toolbar watch window, pilih salah satu cell yang ingin anda hapus.
  2. Klik Delete Watch

Menyembunyikan tampilan toolbar Watch Window

Klik tab Formulas, pada group Formula Auditing, klik Watch Window.

 

Semoga bermanfaat.

Program Pelatihan & Sertifikasi Internasional Mirosoft Office Specialist pada Ditjen Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum dan HAM RI

Pelatihan persiapan ujian Microsoft Office Specialist (MOS) 2010 beberapa waktu lalu diadakan di Hotel Kristal Jakarta, peserta diikuti oleh 30 peserta dari Ditjen Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum dan HAM RI. Dilaksanakan 2 hari penuh dari pukul 08:00 – 21:00, lalu pada hari ke-3 dilanjutkan dengan pelaksanaan ujian MOS 2010 berupa Word, Excel dan PowerPoint untuk masing-masing peserta.

Image

Dengan jadual yang padat dengan tujuan agar masing-masing peserta dapat lulus untuk mendapatkan Microsoft Office Specialist (MOS), peserta juga diharuskan membuat review setiap harinya yang dilakukan dalam kelompok, dan dikumpulkan pada keesokan harinya.

Sebelum diadakan pelatihan dan sertifikasi ini, dilakukan langkah-langkah assessment yang bertujuan untuk melihat sejauh mana pengetahuan seseorang tentang penggunaan Microsoft Office. Selanjutnya pelatihan dilakukan sebagai persiapan untuk memvalidasi kemampuan yang dimiliki dalam penggunaan Microsoft office, terakhir dilakukan sertifikasi, atau ujian dari Microsoft Office itu sendiri, yaitu Word 2010, Excel 2010, dan PowerPoint 2010.

Maksud dan tujuan dari pelatihan dan sertifikasi MOS ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dalam penggunaan Microsoft Office serta mendapatkan sertifikasi yang berlaku internasional dari keahlian yang dimiliki. Dalam hal ini adalah sertifikat MOS 2010, sehingga diharapkan dengan kemampuan yang telah diakui secara internasional, peserta dapat meningkatkan kualitas dan produktifitasnya.

Animo dan antusiasme peserta dalam mengikuti pelatihan ini sangat baik, sehingga terbentuk satu energi yang sangat bermanfaat pada saat pelatihan dilaksanakan.

Pelaksanaan dari program dan sertifikasi internasional ini sejalan dengan kebutuhan peningkatan soft competency Sumber Daya Manusia dalam menghadapi persaingan pasar bebas 2015 mendatang, program pelatihan dan sertifikasi perlu dilanjutkan sebagai upaya peningkatan daya saing, kompetensi dan produktifitas.

Selamat bagi teman-teman yang lulus MOS 2010. Untuk yang belum lulus, lebih semangat lagi mengejar kembali dengan persiapan yang lebih baik.

Mengenal Slicer pada Excel 2013

Slicer adalah fasilitas yang digunakan untuk menyaring data, menampilkan data yang diinginkan dan menyembunyikan data yang tidak diinginkan. Secara garis besar kegunaan sebuah slicer sama dengan fasilitas Filter. Pertama kali Slicer diperkenalkan pada excel 2010, penggunaan slicer hanya dapat digunakan untuk menyaring data pada sebuah PivotTable, sedangkan pada Excel 2013, penggunaan Slicer ditingkatkan, yaitu dapat digunakan untuk menyaring data pada sebuah table, sebuah PivotTable, PivotChart.

Berbeda dengan filter, sebuah slicer tidak dapat melakukan penyaringan data berdasar kondisi tertentu, seperti greater than, less than, equal, dan lain-lainnya.

Seperti pada gambar berikut ini, merupakan contoh dari penggunaan sebuah Filter. Dalam contoh di bawah, ini memilih tombol Drop down box dari Modem.

1

Slicer akan menampilkan data dari masing-masing field. Berikut adalah contoh dari penggunaan sebuah Slicer. Tergantung berapa banyak field yang dimiliki, anda dapat memunculkan semua field-field itu, atau hanya menampilkan field-field tertentu. Pada contoh berikut, semua field ditampilkan.

2

Membuat Slicer

Sebagai contoh dapat menggunakan data seperti gambar di bawah ini.

3

Untuk membuat sebuah Slicer, lakukan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Tempatkan kursor pada salah satu cell di dalam tabel tersebut.
  2. Selanjutnya gunakan Format as Table pada tabel tersebut. (Untuk mengetahui cara membuat sebuah Format as Table, lihat Menggunakan Format as Table Excel 2010, pada tulisan lain di blog ini).
  1. Lalu klik tab Insert, pada group Filters, klik Slicer.
  2. Akan muncul kotak dialog Insert Slicer. Lalu pilih field-field mana yang akan digunakan untuk menyaring data. Sebagai contoh beri centang pada semua field tersebut, lalu klik OK.
  3. Lalu atur penempatan dari masing-masing slicer yang muncul.

Menggunakan Slicer

Untuk dapat menggunakan sebuah slicer, anda dapat langsung memilih pada satu data dari field-field slicer yang muncul.

Sebagai contoh, misalnya pada slicer field Bulan, klik Jan-14. Akan ditampilkan penyaringan data dari tabel excel anda seperti gambar berikut.

4

Untuk menghilangkan hasil penyaringan tersebut, klik  X merah pada field-field yang telah dipilih untuk diberikan penyaringan data atau dapat menggunakan kombinasi Alt+C.

Menghapus Slicer

Klik kanan dimana saja dari sebuah Slicer, lalu klik Remove “nama_field”.

Dalam contoh ini jika anda ingin mengapus slicer dari field bulan, maka klik Remove “Bulan”, dan nama-nama field yang lainnya sesuai keinginan anda.

Pemilihan penggunaan fasilitas penyaring data dari sebuah table yang anda miliki, akan memudahkan dalam melakukan penyaringan data. Anda dapat menggunakan fasilitas Filter atau menggunakan fasilitas Slicer ini.

Semoga bermanfaat.

Mengenal Sparkline pada Excel 2013

Sparkline adalah fasilitas yang digunakan untuk menganalisa data. Sering disebut sebagai tiny chart, atau grafik kecil. Sebuah sparkline berbeda dengan chart. Sparkline bukan berupa objek seperti chart, sparkline berada pada sebuah cell.

Penggunaan sebuah sparkline ketika pengguna ingin membandingkan tren dari data yang dimiliki, dan ditampilkan dalam sebuah grafik kecil. Data yang digunakan juga tidak terlalu banyak seperti dalam membuat sebuah chart. Hanya cukup beberapa baris/kolom dari data untuk melihat tren dari data tersebut.

Seperti pada gambar di bawah ini merupakan contoh dari penggunaan sebuah sparkline.

Sebagai contoh data penjualan motor 1 yang terdiri dari tiap 3 bulan dalam satu tahun ditampilkan di bawah judul kolom Tren Data. Inilah contoh dari sebuah sparkline. Pada contoh tersebut ditampilkan 3 model dari sparkline yang dapat digunakan sesuai dari urutan atas ke bawah. Tergantung dari kebutuhan tren data yang akan ditampilkan.

3 model sparkline tersebut adalah:

  1. Line
  2. Column
  3. Win/Loss

Membuat Sebuah Sparkline

Sebagai contoh dapat menggunakan data seperti gambar di bawah ini.

Untuk membuat sebuah sparkline, lakukan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Tempatkan kursor pada I6.
  2. Klik tab Insert, pada group Sparkline, klik Line.
  3. Akan muncul kotak dialog Create
    Sparkline. Pada Data Range pilih range datanya, dalam hal ini data yang dipilih adalah E6:H6.
  4. Karena lokasi penempatan sparkline sudah ditentukan pada langkah nomor 1 di atas, biarkan cell pada Location Range.
  5. Lalu klik OK.

Catatan.

Untuk melihat lebih jelas tampilan dari sebuah sparkline, perbesar ukuran baris dari sebuah sparkline yang ada. Dalam hal ini perbesar baris 6.

Mengubah sebuah Sparkline

Untuk dapat melakukan perubahan dari sebuah sparkline yang sudah ada, pastikan pilih cell yang memiliki sebuah sparkline. Dalam contoh ini adalah pada cell I6.

Ketika cell I6 sudah terpilih maka akan memunculkan Sparkline Tools. Klik tab Design.

Pada tab Design ini terdapat beberapa group, yaitu:

  1. Sparkline
    • Edit Data: digunakan untuk melakukan perubahan pada data range yang akan digunakan.
  2. Type
    • Line – Column – Win/Loss digunakan untuk merubah tipe/model dari sparkline yang digunakan.
  3. Show
    • High point – Low Point – Negative Points – First point – Last Point digunakan untuk menandai nilai-nilai dari sparkline yang digunakan. Ingat, penandaan ini akan muncul hanya pada tipe Line saja.
  4. Style
    • Memberikan pewarnaan dari tipe sparkline yang digunakan.
  5. Group
    • Beberapa pilihan lebih lanjut untuk ditampilkan dan Clear.
    • Clear digunakan untuk menghapus sebuah sparkline.

Berikut adalah hasil dari perubahan sparkline.

Fasilitas Sparkline sudah terdapat sejak versi Excel 2010. Semoga bermanfaat.

Persiapan ujian Microsoft Office Specialist (MOS) Excel 2010 di Universitas Muhammadiyah Tangerang

Pelatihan persiapan ujian MOS Excel 2010 hari Minggu lalu tepatnya tanggal 27 April 2014 dilaksanakan di Authorized Testing Center (ATC) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT). UMT telah bekerja sama dengan Certiport, sehingga dapat menjadi Authorized Testing Center untuk sertifikasi MOS. UMT juga menjadi Universitas yang pertama kali menjadi ATC dan satu-satunya yang menyediakan sertifikasi dari Microsoft, Adobe, AutoDesk, dan HP di Tangerang.

Pelatihan persiapan ujian MOS excel 2010 ini diselenggarakan sebagai Pilot Project bagi UMT, agar lulusan UMT tidak hanya lulus dari kampus saja, tetapi juga memiliki sertifikasi yang dapat digunakan sebagai AMUNISI untuk bersaing pada dunia kerja.

Diikuti oleh 14 mahasiswa dan 5 peserta dari dosen UMT. Dilaksanakan 1 hari penuh dari pukul 09:00 – 16:00, lalu sorenya dilanjutkan dengan pelaksanaan ujian MOS Excel 2010.

Sehingga jika mereka lulus dari kampus UMT tidak hanya memiliki gelar Sarjana saja, tetapi juga memiliki sertifikat dari Microsoft, yaitu sebagai MOS (Microsoft Office Specialist). Tentunya dengan memiliki sertifikasi yang berlaku internasional akan menambah nilai dari mahasiswa tersebut, dibandingkan dengan mahasiswa lain yang tidak memiliki sertifikat. Selain itu karena sertifikat ini berlaku internasional, maka kesempatan untuk bekerja di luar negeri menjadi lebih terbuka.

Diakhir pelatihan persiapan, diberikan tips-tips dalam mengikuti ujian MOS Excel 2010. Hasil yang diharapkan tentu lulus dalam mengikuti ujian MOS ini. Jika tidak, mengulang kembali mengambil ujian, dengan persiapan yang lebih baik lagi.

Selamat bagi teman-teman yang lulus MOS Excel 2010. Untuk yang belum lulus, lebih semangat lagi mengejar kembali dengan persiapan yang lebih baik.

Universitas Muhammadiyah Tangerang adalah salah satu ATC yang ada di Indonesia untuk Microsoft Office Specialist.

 

Semoga bermanfaat.

Menggunakan Save AutoRecover

Ketika sedang berasyik ria membuat sebuah dokumen atau sedang melakukan penghitungan sederhana pada Excel, tiba-tiba mati listrik, atau muncul sebuah keadaan yang tidak diinginkan terjadi, di lain pihak anda belum menyimpan dokumen pada saat anda terakhir melakukan Save. Jika itu terjadi maka anda akan kehilangan sebagian dari dokumen yang anda buat tersebut, karena anda belum menyimpannya, walaupun file tersebut tetap ada, tetapi anda akan kehilangan bagian dari terakhir anda melakukan penyimpanan dengan menggunakan perintah Save.

Untuk menghindari hal tersebut, anda dapat menggunakan fasilitas Save AutoRecover yang akan membantu menyimpan secara otomatis ketika anda sedang bekerja pada sebuah dokumen.

Umumnya aplikasi Word, Excel, PowerPoint akan melakukan penyimpanan secara otomatis setiap 10 menit sekali. Anda dapat mengubahnya sesuai waktu yang anda inginkan. Semakin sedikit waktu yang anda tentukan semakin aman dari kehilangan apa yang sudah anda kerjakan pada file tersebut. Tetapi berisiko akan membuat akses terhadap file tersebut menjadi lambat. Misalnya anda mengatur waktu Save Autorecover setiap 2 menit sekali, maka secara otomatis akan menyimpan setiap 2 menit sekali. Yang akan mengganggu aktifitas anda dalam melakukan pekerjaan terhadap dokumen tersebut.

Tentunya tidak hilangnya tulisan atau angka pada dokumen tersebut menjadi prioritas dari dokumen anda.

Untuk melakukan pengaturan dari Save AutoRecover, lakukan langkah-langkah berikut:

  1. Klik tab File, lalu klik Options.
  2. Pada bagian sebelah kiri, klik Save.
  3. Di bawah Save documents, tentukan waktu pada Save AutoRecover information every.
  4. Lalu klik OK.

Catatan.

Pengaturan ini dapat anda terapkan pada aplikasi Microsoft lainnya seperti Excel, PowerPoint. Serta dapat digunakan juga dari versi 2007, 2010, dan 2013. Umumnya pengaturan yang dilakukan ini akan sama.

 

Membuat Grafik pada Excel 2010

Chart atau biasa disebut grafik adalah sebuah penggambaran/pemetaan dari data yang ada. Penggambaran ini memudahkan anda untuk melihat trend data. Akan lebih mudah melihat dan menganalisis sebuah data dengan model penggambaran seperti grafik ini. Anda dengan mudah dapat melihat apakah penjualan perusahaan dalam 3 bulan pertama tahun ini mengalami kenaikan atau malah mengalami penurunan penjualan. Dibandingkan dengan anda menerima data dalam bentuk table.

Microsoft Excel 2010 memudahkan anda untuk membuat sebuah chart. Menyediakan tipe chart yang berbeda, yang bisa anda pilih ketika anda membuatnya. Untuk tipe chart yang sering digunakan, anda bisa mengatur data yang akan ditampilkan pada chart dalam baris atau kolom dalam sebuah worksheet. Beberapa tipe chart tertentu seperti pie dan bubble, membutuhkan data yang sangat spesifik. Penggunaan pie dan bubble chart biasanya untuk data single. Sedangkan untuk data berdasarkan baris dan kolom yang banyak (multiple) biasanya menggunakan column dan bar chart.

Pada gambar di bawah ini anda dapat melihat bagaimana penggunaan sebuah grafik membantu anda dalam menganalisis data dan mengambil keputusan berdasarkan data tersebut.

image

Data yang digunakan

image

Contoh dari grafik yang dihasilkan dari data di atas

1. Membuat sebuah Chart

  1. Pilih sebuah range atau table yang akan anda buatkan sebuah chart.
  2. Klik tab Insert, pada group Chart, anda bisa melakukan salah satu langkah di bawah ini:

a. Klik sebuah tipe chart, maka akan muncul sub/model dari chart tersebut.

b. Klik sebuah tipe chart, klik All Chart Types. Akan menampilkan kotak dialog Create Chart.

c. Untuk melihat model chart yang tersedia, klik Dialog box launcherclip_image001. Akan menampilkan kotak dialog Create Chart yang berisi seluruh tipe chart yang tersedia pada Excel 2010, beserta sub dari chart. Pilih model chart yang anda inginkan.

  1. Sebuah chart akan tampil, dengan tipe yang anda pilih.

image

2. Merubah lokasi penempatan chart

Secara default chart yang anda buat akan berada berdekatan dengan worksheet range/table sumber.

  1. Klik chart yang sudah anda buat.
  2. Klik tab Design, pada group Location, klik Move Chart.
  3. Pada kotak dialog Move Chart, klik New sheet.
  4. Klik OK.

image

3. Bekerja lebih lanjut dengan chart

Ketika anda bekerja dengan sebuah chart, maka akan muncul contextual tools Design, Layout dan Format. Anda bisa menggunakan perintah-perintah yang tersedia untuk memodofikasi chart sehingga data yang ditampilkan sesuai dengan yang anda inginkan.

Tab Design

image

a. group Type

  • Change Chart Type. Digunakan untuk merubah tipe chart menjadi tipe lain.
  •  Save Template. Menyimpan format dan layout dari chart yang telah anda buat dan menyimpannya sebagai template, dan bisa digunakan untuk membuat chart dikemudian hari.

b. group Data

  • Switch Row/Column.Merubah tampilan chart dengan merubah data yang akan ditampilkan baik data dilihat dari baris atau data dilihat dari kolom.
  • Edit Data Source. Merubah data sumber, anda bisa menambahkan data lain untuk ditampilkan dalam chart.

c. group Chart Layout

  • Merubah layout dari chart, seperti model penempatan lokasi chart title, menampilkan data labels, data Table dll. Tampilan pada chart layout ini dapat anda gunakan untuk menampilkan sebuah chart dengan model tampilan yang berbeda, tanpa harus secara manual merubah layoutnya.

d. Group Chart Styles

  • Model dari bar (bentuk batang dalam chart) yang akan ditampilkan. Tanpa harus secara manual merubahnya. Tersedia 54 model bar dalam 1 tipe chart.

e. Group Location

  • Move Chart. Digunakan untuk memindahkan lokasi chart yang berada berdekatan dengan range/table sumber ke worksheet baru.
Tab Layout

image

a.  group Current Selection

    • Chart Area. Digunakan untuk menunjukan bagian-bagian pada chart.
    • Format Selection.Anda bisa memformat bagian-bagian tersebut. Dalam hal ini adalah anda bisa memformat bagian-bagian dalam chart
    •  Reset to Match Style. Mengembalikan pengaturan format ke bentuk awal

b. Group Insert

  • Picture.Anda dapat menambahkan picture/gambar dalam chart.
  • Shapes.Anda dapat menambahkan shape/bentuk, seperti kotak, lingkaran, panah dsb dalam chart.
  • Text box. Memberikan text box didalam chart.

c. group Labels

  • Chart Titles.Menampilkan dan menonaktifkan judul chart. Serta posisi judul tersebut pada chart
  • Axis Titles. Menampilkan dan menonaktifkan judul sumbu x dan sumbu y.
  • Legend. Menampilkan dan menonaktifkan legend (keterangan bar dalam chart). Anda bisa menempatkan posisi legend pada atas, bawah, kiri, kanan chart.
  • Data Labels. Menampilkan dan menonaktifkan nilai/value dari data sumber anda. Sehingga pada chart anda terdapat nilai di setiap bar.
  • Data Table. Menampilkan dan menonaktifkan data table pada chart. Sehingga range/table sumber ditampilkan dalam chart.

d. group Axes

  • Axes. Menampilkan dan menonaktifkan keterangan pada sumbu x dan sumbu y chart. Ketika data anda berupa nilai dalam hitungan mata uang, anda bisa menampilkan data dalam satuan ribu, juta, dan milyar.
  • Gridlines. Menampilkan dan menonaktifkan garis pada chart.

e. group Background

  • Plot Area. Menampilkan dan menonaktifkan plot area.
  • Chart wall.Memformat chart wall
  • Chart Floor.Memformat chart floor
  • 3-D View. Menampilkan chart dalam 3 dimensi.

f. group Analysis

  • Trendline.Menambahkan sebuah trendline pada chart
  • Lines.Menambahkan garis pada chart.
  • Up/Down Bars.Menambahkan bar baru di atas atau di bawah chart.
  • Error Bars. Menampilkan error bar.

g. group Properties

  • Anda dapat memberikan nama untuk chart, sehingga memudahkan untuk pencarian sebuah chart.
tab format

image

a. group Current Selection

  • Chart Area. Digunakan untuk menunjukan bagian-bagian pada chart.
  • Format Selection.Anda bisa memformat bagian-bagian tersebut. Dalam hal ini adalah anda bisa memformat bagian-bagian dalam chart
  •  Reset to Match Style. Mengembalikan pengaturan format ke bentuk awal

b. group Shape Styles

Dalam Shape Styles ini anda dapat memberikan warna dan effect pada chart anda. Sehingga tampilan chart anda dilihat lebih menarik, berdasarkan template yang ada. Anda bisa memilih salah satu template yang ada.

  •  Shape Fill. Memberikan warna background untuk chart.
  •  Shape Outline. Memberikanwarna untuk garis luar chart anda.
  •  Shape Effects. Shape effect ini memberikan effect shadow, effect bevel dan lainnya

c. group WordArt Styles

Dalam WorArt Styles ini anda dapat memberikan warna dan effect pada text yang berada dalam chart, berdasarkan template yang ada. Anda bisa memilih salah satu template yang ada.

  •  Text Fill. Memberikan warna background untuk text dalam chart.
  •  Text Outline. Memberikan warna untuk garis luar text anda
  •  Text Effects. Shape effect ini memberikan effect shadow, effect bevel dan lainnya.

d. group Arrange

Dalam group ini perintah perintah didalamnya akan aktif jika anda menambahkan shape/bentuk ke dalam chart.

  •  Bring to Front.Memindahkan posisi suatu shape ke depan shape lain
  • Send to Back.Memindahkan posisi suatu shape ke belakang shape lain
  •  Selection Pane.Menampilkan sebuah pane (sebuah kotak dialog) untuk mengatur objek-objek (Shapes, Chart, Picture, ClipArt, SmartArt) yang berada dalam worksheet. Anda bisa menyembunyikan objek-objek tersebut, dan menampilkannya kembali di lain waktu.
  •  Align.Untuk mengatur perataan dari shape-shape yang ada.
  •  Group.Menggabungkan shape-shape yang ada.
  •  Rotate. Memutar posisi shape.

e. group Size

  • Digunakan untuk mengatur lebar dan panjang dari sebuah objek.

4. Membuat sebuah chart template

Untuk menggunakan sebuah chart yang anda sukai dan sesuai dengan keinginan anda, anda bisa menyimpan chart sebagai sebuah chart template (*.crtx). Chart template ini berisi semua format yang anda buat beserta dengan model chart yang anda pilih. Dibanding anda harus menyesuaikan sebuah chart baru dengan merubah semua propertiesnya. Anda bisa menggunakan chart template ini untuk membuat model yang sama untuk chart anda tanpa harus mengeditnya tiap chart.

  1. Klik chart yang akan anda jadikan sebagai template
  2. Pada tab Design, pada group Type, klik Save Template.
  3. akan muncul kotak dialog Save in.
  4. Pada kotak File name, ketikan nama untuk chart template tersebut.
  5. Klik Save.

5. Membuat sebuah chart baru dengan chart template

  1. Pastikan anda memiliki range/table data, sebagai data sumber untuk membuat chart.
  2. Tempatkan kursor mouse dalam range/table data.
  3. Klik tab Insert, pada group Chart, pilih chart model mana saja, lalu klik All Chart Types.
  4. Akan muncuk kotak dialog Create Chart.
  5. Klik Templates, lalu klik chart template yang sudah tersedia.
  6. Klik OK.

Catatan. Anda bisa juga untuk merubah chart yang sudah ada dengan sebuah chart template.

6. Membuang atau menghapus sebuah chart template

  1. Klik tab Insert, pada group Chart, pilih chart model mana saja, lalu klik All Chart Types.
  2. Akan muncuk kotak dialog Create Chart.
  3. Klik Manage Template.
  4. Akan muncul jendela Windows Explorer.
  5. Klik pada file chart template tersebut, lalu tekan Delete pada keyboard anda.

7. Menambahkan sebuah Chart Title

Untuk membuat sebuah chart mudah dipahami, anda bisa menambahkan title (judul) untuk chart title dan axis title (sumbu). Axis title biasanya untuk ditampilkan pada sumbu x dan sumbu y dari chart anda.

  1. Klik chart anda yang akan dibuatkan sebuah judul chart.
  2. Pada tab Layout, pada group Labels, klik Chart Title.
  3. Klik Centered Overlay Title atau Above Chart.
  4. Pada text box Chart Title yang muncul dalam chart, ketikan judul untuk chart tersebut.

image

8. Membuat sebuah Axis Title

Pengaktifan axis title untuk menambahkan sebuah judul untuk sumbu x dan sumbu y sebuah chart.

  1. Klik chart anda yang akan dibuatkan sebuah judul chart.
  2. Pada tab Layout, pada group Labels, klik Axis Title.
  3. Anda bisa melakukan salah satu langkah di bawah ini:
    • Untuk memberikan judul pada sumbu x, klik Primary Horizontal Axis Title, lalu klik Title Below Axis.
    • Untuk memberikan judul pada sumbu x, klik Primary Vertical Axis Title, anda bisa memilih Rotated Title, Vertical Title, atau Horizontal Title.
  4. Pada text box Axis Title yang muncul dalam chart, tempatkan kursor, lalu ketikkan judul untuk sumbux atau sumbu y.

image

9. Menambahkan data label pada chart

Data label ini berguna untuk menampilkan nilai/value pada bar pada chart. Dan tampilan nilai ini berada pada bar sebuah chart.

  1. Klik chart anda yang akan tambahkan data label.
  2. Pada tab Layout, pada group Labels, klik Data Labels.
  3. Anda bisa memilih penempatan data labels pada Center, Inside End, Inside Base, dan Outside end.

image

10. Merubah lokasi penempatan legend

Legend digunakan untuk memberikan keterangan dari bar sebuah chart.

  1. Klik chart anda yang akan dirubah lokasi legend.
  2. Pada tab Layout, pada group Labels, klik Legend.
  3. Anda bisa memilih lokasi legend pada Show Legend at Right, Show Legend at Top, Show Legend at Right, Show Legend at Bottom, Overlay Legend at Right, atau Overlay Legend at Left.

image

11. Menambahkan Data Table

Data Table digunakan untuk menambahkan table sumber pada chart.

  1. Klik chart anda yang akan tambahkan Data Table lokasi legend.
  2. Pada tab Layout, pada group Labels, klik Data Table.
  3. Anda bisa memilih menampilkan Data table pada Show Data Table atau Show Data Table with Legend Keys.

image

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 109 pengikut lainnya.