dan terhadap nikmat Tuhan-Mu, maka hendaklah kamu sebarkan.

Archive for the ‘Excel 2010’ Category

Program Pelatihan & Sertifikasi Internasional Mirosoft Office Specialist pada Ditjen Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum dan HAM RI

Pelatihan persiapan ujian Microsoft Office Specialist (MOS) 2010 beberapa waktu lalu diadakan di Hotel Kristal Jakarta, peserta diikuti oleh 30 peserta dari Ditjen Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum dan HAM RI. Dilaksanakan 2 hari penuh dari pukul 08:00 – 21:00, lalu pada hari ke-3 dilanjutkan dengan pelaksanaan ujian MOS 2010 berupa Word, Excel dan PowerPoint untuk masing-masing peserta.

Image

Dengan jadual yang padat dengan tujuan agar masing-masing peserta dapat lulus untuk mendapatkan Microsoft Office Specialist (MOS), peserta juga diharuskan membuat review setiap harinya yang dilakukan dalam kelompok, dan dikumpulkan pada keesokan harinya.

Sebelum diadakan pelatihan dan sertifikasi ini, dilakukan langkah-langkah assessment yang bertujuan untuk melihat sejauh mana pengetahuan seseorang tentang penggunaan Microsoft Office. Selanjutnya pelatihan dilakukan sebagai persiapan untuk memvalidasi kemampuan yang dimiliki dalam penggunaan Microsoft office, terakhir dilakukan sertifikasi, atau ujian dari Microsoft Office itu sendiri, yaitu Word 2010, Excel 2010, dan PowerPoint 2010.

Maksud dan tujuan dari pelatihan dan sertifikasi MOS ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dalam penggunaan Microsoft Office serta mendapatkan sertifikasi yang berlaku internasional dari keahlian yang dimiliki. Dalam hal ini adalah sertifikat MOS 2010, sehingga diharapkan dengan kemampuan yang telah diakui secara internasional, peserta dapat meningkatkan kualitas dan produktifitasnya.

Animo dan antusiasme peserta dalam mengikuti pelatihan ini sangat baik, sehingga terbentuk satu energi yang sangat bermanfaat pada saat pelatihan dilaksanakan.

Pelaksanaan dari program dan sertifikasi internasional ini sejalan dengan kebutuhan peningkatan soft competency Sumber Daya Manusia dalam menghadapi persaingan pasar bebas 2015 mendatang, program pelatihan dan sertifikasi perlu dilanjutkan sebagai upaya peningkatan daya saing, kompetensi dan produktifitas.

Selamat bagi teman-teman yang lulus MOS 2010. Untuk yang belum lulus, lebih semangat lagi mengejar kembali dengan persiapan yang lebih baik.

Mengenal Slicer pada Excel 2013

Slicer adalah fasilitas yang digunakan untuk menyaring data, menampilkan data yang diinginkan dan menyembunyikan data yang tidak diinginkan. Secara garis besar kegunaan sebuah slicer sama dengan fasilitas Filter. Pertama kali Slicer diperkenalkan pada excel 2010, penggunaan slicer hanya dapat digunakan untuk menyaring data pada sebuah PivotTable, sedangkan pada Excel 2013, penggunaan Slicer ditingkatkan, yaitu dapat digunakan untuk menyaring data pada sebuah table, sebuah PivotTable, PivotChart.

Berbeda dengan filter, sebuah slicer tidak dapat melakukan penyaringan data berdasar kondisi tertentu, seperti greater than, less than, equal, dan lain-lainnya.

Seperti pada gambar berikut ini, merupakan contoh dari penggunaan sebuah Filter. Dalam contoh di bawah, ini memilih tombol Drop down box dari Modem.

1

Slicer akan menampilkan data dari masing-masing field. Berikut adalah contoh dari penggunaan sebuah Slicer. Tergantung berapa banyak field yang dimiliki, anda dapat memunculkan semua field-field itu, atau hanya menampilkan field-field tertentu. Pada contoh berikut, semua field ditampilkan.

2

Membuat Slicer

Sebagai contoh dapat menggunakan data seperti gambar di bawah ini.

3

Untuk membuat sebuah Slicer, lakukan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Tempatkan kursor pada salah satu cell di dalam tabel tersebut.
  2. Selanjutnya gunakan Format as Table pada tabel tersebut. (Untuk mengetahui cara membuat sebuah Format as Table, lihat Menggunakan Format as Table Excel 2010, pada tulisan lain di blog ini).
  1. Lalu klik tab Insert, pada group Filters, klik Slicer.
  2. Akan muncul kotak dialog Insert Slicer. Lalu pilih field-field mana yang akan digunakan untuk menyaring data. Sebagai contoh beri centang pada semua field tersebut, lalu klik OK.
  3. Lalu atur penempatan dari masing-masing slicer yang muncul.

Menggunakan Slicer

Untuk dapat menggunakan sebuah slicer, anda dapat langsung memilih pada satu data dari field-field slicer yang muncul.

Sebagai contoh, misalnya pada slicer field Bulan, klik Jan-14. Akan ditampilkan penyaringan data dari tabel excel anda seperti gambar berikut.

4

Untuk menghilangkan hasil penyaringan tersebut, klik  X merah pada field-field yang telah dipilih untuk diberikan penyaringan data atau dapat menggunakan kombinasi Alt+C.

Menghapus Slicer

Klik kanan dimana saja dari sebuah Slicer, lalu klik Remove “nama_field”.

Dalam contoh ini jika anda ingin mengapus slicer dari field bulan, maka klik Remove “Bulan”, dan nama-nama field yang lainnya sesuai keinginan anda.

Pemilihan penggunaan fasilitas penyaring data dari sebuah table yang anda miliki, akan memudahkan dalam melakukan penyaringan data. Anda dapat menggunakan fasilitas Filter atau menggunakan fasilitas Slicer ini.

Semoga bermanfaat.

Mengenal Sparkline pada Excel 2013

Sparkline adalah fasilitas yang digunakan untuk menganalisa data. Sering disebut sebagai tiny chart, atau grafik kecil. Sebuah sparkline berbeda dengan chart. Sparkline bukan berupa objek seperti chart, sparkline berada pada sebuah cell.

Penggunaan sebuah sparkline ketika pengguna ingin membandingkan tren dari data yang dimiliki, dan ditampilkan dalam sebuah grafik kecil. Data yang digunakan juga tidak terlalu banyak seperti dalam membuat sebuah chart. Hanya cukup beberapa baris/kolom dari data untuk melihat tren dari data tersebut.

Seperti pada gambar di bawah ini merupakan contoh dari penggunaan sebuah sparkline.

Sebagai contoh data penjualan motor 1 yang terdiri dari tiap 3 bulan dalam satu tahun ditampilkan di bawah judul kolom Tren Data. Inilah contoh dari sebuah sparkline. Pada contoh tersebut ditampilkan 3 model dari sparkline yang dapat digunakan sesuai dari urutan atas ke bawah. Tergantung dari kebutuhan tren data yang akan ditampilkan.

3 model sparkline tersebut adalah:

  1. Line
  2. Column
  3. Win/Loss

Membuat Sebuah Sparkline

Sebagai contoh dapat menggunakan data seperti gambar di bawah ini.

Untuk membuat sebuah sparkline, lakukan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Tempatkan kursor pada I6.
  2. Klik tab Insert, pada group Sparkline, klik Line.
  3. Akan muncul kotak dialog Create
    Sparkline. Pada Data Range pilih range datanya, dalam hal ini data yang dipilih adalah E6:H6.
  4. Karena lokasi penempatan sparkline sudah ditentukan pada langkah nomor 1 di atas, biarkan cell pada Location Range.
  5. Lalu klik OK.

Catatan.

Untuk melihat lebih jelas tampilan dari sebuah sparkline, perbesar ukuran baris dari sebuah sparkline yang ada. Dalam hal ini perbesar baris 6.

Mengubah sebuah Sparkline

Untuk dapat melakukan perubahan dari sebuah sparkline yang sudah ada, pastikan pilih cell yang memiliki sebuah sparkline. Dalam contoh ini adalah pada cell I6.

Ketika cell I6 sudah terpilih maka akan memunculkan Sparkline Tools. Klik tab Design.

Pada tab Design ini terdapat beberapa group, yaitu:

  1. Sparkline
    • Edit Data: digunakan untuk melakukan perubahan pada data range yang akan digunakan.
  2. Type
    • Line – Column – Win/Loss digunakan untuk merubah tipe/model dari sparkline yang digunakan.
  3. Show
    • High point – Low Point – Negative Points – First point – Last Point digunakan untuk menandai nilai-nilai dari sparkline yang digunakan. Ingat, penandaan ini akan muncul hanya pada tipe Line saja.
  4. Style
    • Memberikan pewarnaan dari tipe sparkline yang digunakan.
  5. Group
    • Beberapa pilihan lebih lanjut untuk ditampilkan dan Clear.
    • Clear digunakan untuk menghapus sebuah sparkline.

Berikut adalah hasil dari perubahan sparkline.

Fasilitas Sparkline sudah terdapat sejak versi Excel 2010. Semoga bermanfaat.

Persiapan ujian Microsoft Office Specialist (MOS) Excel 2010 di Universitas Muhammadiyah Tangerang

Pelatihan persiapan ujian MOS Excel 2010 hari Minggu lalu tepatnya tanggal 27 April 2014 dilaksanakan di Authorized Testing Center (ATC) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT). UMT telah bekerja sama dengan Certiport, sehingga dapat menjadi Authorized Testing Center untuk sertifikasi MOS. UMT juga menjadi Universitas yang pertama kali menjadi ATC dan satu-satunya yang menyediakan sertifikasi dari Microsoft, Adobe, AutoDesk, dan HP di Tangerang.

Pelatihan persiapan ujian MOS excel 2010 ini diselenggarakan sebagai Pilot Project bagi UMT, agar lulusan UMT tidak hanya lulus dari kampus saja, tetapi juga memiliki sertifikasi yang dapat digunakan sebagai AMUNISI untuk bersaing pada dunia kerja.

Diikuti oleh 14 mahasiswa dan 5 peserta dari dosen UMT. Dilaksanakan 1 hari penuh dari pukul 09:00 – 16:00, lalu sorenya dilanjutkan dengan pelaksanaan ujian MOS Excel 2010.

Sehingga jika mereka lulus dari kampus UMT tidak hanya memiliki gelar Sarjana saja, tetapi juga memiliki sertifikat dari Microsoft, yaitu sebagai MOS (Microsoft Office Specialist). Tentunya dengan memiliki sertifikasi yang berlaku internasional akan menambah nilai dari mahasiswa tersebut, dibandingkan dengan mahasiswa lain yang tidak memiliki sertifikat. Selain itu karena sertifikat ini berlaku internasional, maka kesempatan untuk bekerja di luar negeri menjadi lebih terbuka.

Diakhir pelatihan persiapan, diberikan tips-tips dalam mengikuti ujian MOS Excel 2010. Hasil yang diharapkan tentu lulus dalam mengikuti ujian MOS ini. Jika tidak, mengulang kembali mengambil ujian, dengan persiapan yang lebih baik lagi.

Selamat bagi teman-teman yang lulus MOS Excel 2010. Untuk yang belum lulus, lebih semangat lagi mengejar kembali dengan persiapan yang lebih baik.

Universitas Muhammadiyah Tangerang adalah salah satu ATC yang ada di Indonesia untuk Microsoft Office Specialist.

 

Semoga bermanfaat.

Menggunakan Save AutoRecover

Ketika sedang berasyik ria membuat sebuah dokumen atau sedang melakukan penghitungan sederhana pada Excel, tiba-tiba mati listrik, atau muncul sebuah keadaan yang tidak diinginkan terjadi, di lain pihak anda belum menyimpan dokumen pada saat anda terakhir melakukan Save. Jika itu terjadi maka anda akan kehilangan sebagian dari dokumen yang anda buat tersebut, karena anda belum menyimpannya, walaupun file tersebut tetap ada, tetapi anda akan kehilangan bagian dari terakhir anda melakukan penyimpanan dengan menggunakan perintah Save.

Untuk menghindari hal tersebut, anda dapat menggunakan fasilitas Save AutoRecover yang akan membantu menyimpan secara otomatis ketika anda sedang bekerja pada sebuah dokumen.

Umumnya aplikasi Word, Excel, PowerPoint akan melakukan penyimpanan secara otomatis setiap 10 menit sekali. Anda dapat mengubahnya sesuai waktu yang anda inginkan. Semakin sedikit waktu yang anda tentukan semakin aman dari kehilangan apa yang sudah anda kerjakan pada file tersebut. Tetapi berisiko akan membuat akses terhadap file tersebut menjadi lambat. Misalnya anda mengatur waktu Save Autorecover setiap 2 menit sekali, maka secara otomatis akan menyimpan setiap 2 menit sekali. Yang akan mengganggu aktifitas anda dalam melakukan pekerjaan terhadap dokumen tersebut.

Tentunya tidak hilangnya tulisan atau angka pada dokumen tersebut menjadi prioritas dari dokumen anda.

Untuk melakukan pengaturan dari Save AutoRecover, lakukan langkah-langkah berikut:

  1. Klik tab File, lalu klik Options.
  2. Pada bagian sebelah kiri, klik Save.
  3. Di bawah Save documents, tentukan waktu pada Save AutoRecover information every.
  4. Lalu klik OK.

Catatan.

Pengaturan ini dapat anda terapkan pada aplikasi Microsoft lainnya seperti Excel, PowerPoint. Serta dapat digunakan juga dari versi 2007, 2010, dan 2013. Umumnya pengaturan yang dilakukan ini akan sama.

 

Membuat Grafik pada Excel 2010

Chart atau biasa disebut grafik adalah sebuah penggambaran/pemetaan dari data yang ada. Penggambaran ini memudahkan anda untuk melihat trend data. Akan lebih mudah melihat dan menganalisis sebuah data dengan model penggambaran seperti grafik ini. Anda dengan mudah dapat melihat apakah penjualan perusahaan dalam 3 bulan pertama tahun ini mengalami kenaikan atau malah mengalami penurunan penjualan. Dibandingkan dengan anda menerima data dalam bentuk table.

Microsoft Excel 2010 memudahkan anda untuk membuat sebuah chart. Menyediakan tipe chart yang berbeda, yang bisa anda pilih ketika anda membuatnya. Untuk tipe chart yang sering digunakan, anda bisa mengatur data yang akan ditampilkan pada chart dalam baris atau kolom dalam sebuah worksheet. Beberapa tipe chart tertentu seperti pie dan bubble, membutuhkan data yang sangat spesifik. Penggunaan pie dan bubble chart biasanya untuk data single. Sedangkan untuk data berdasarkan baris dan kolom yang banyak (multiple) biasanya menggunakan column dan bar chart.

Pada gambar di bawah ini anda dapat melihat bagaimana penggunaan sebuah grafik membantu anda dalam menganalisis data dan mengambil keputusan berdasarkan data tersebut.

image

Data yang digunakan

image

Contoh dari grafik yang dihasilkan dari data di atas

1. Membuat sebuah Chart

  1. Pilih sebuah range atau table yang akan anda buatkan sebuah chart.
  2. Klik tab Insert, pada group Chart, anda bisa melakukan salah satu langkah di bawah ini:

a. Klik sebuah tipe chart, maka akan muncul sub/model dari chart tersebut.

b. Klik sebuah tipe chart, klik All Chart Types. Akan menampilkan kotak dialog Create Chart.

c. Untuk melihat model chart yang tersedia, klik Dialog box launcherclip_image001. Akan menampilkan kotak dialog Create Chart yang berisi seluruh tipe chart yang tersedia pada Excel 2010, beserta sub dari chart. Pilih model chart yang anda inginkan.

  1. Sebuah chart akan tampil, dengan tipe yang anda pilih.

image

2. Merubah lokasi penempatan chart

Secara default chart yang anda buat akan berada berdekatan dengan worksheet range/table sumber.

  1. Klik chart yang sudah anda buat.
  2. Klik tab Design, pada group Location, klik Move Chart.
  3. Pada kotak dialog Move Chart, klik New sheet.
  4. Klik OK.

image

3. Bekerja lebih lanjut dengan chart

Ketika anda bekerja dengan sebuah chart, maka akan muncul contextual tools Design, Layout dan Format. Anda bisa menggunakan perintah-perintah yang tersedia untuk memodofikasi chart sehingga data yang ditampilkan sesuai dengan yang anda inginkan.

Tab Design

image

a. group Type

  • Change Chart Type. Digunakan untuk merubah tipe chart menjadi tipe lain.
  •  Save Template. Menyimpan format dan layout dari chart yang telah anda buat dan menyimpannya sebagai template, dan bisa digunakan untuk membuat chart dikemudian hari.

b. group Data

  • Switch Row/Column.Merubah tampilan chart dengan merubah data yang akan ditampilkan baik data dilihat dari baris atau data dilihat dari kolom.
  • Edit Data Source. Merubah data sumber, anda bisa menambahkan data lain untuk ditampilkan dalam chart.

c. group Chart Layout

  • Merubah layout dari chart, seperti model penempatan lokasi chart title, menampilkan data labels, data Table dll. Tampilan pada chart layout ini dapat anda gunakan untuk menampilkan sebuah chart dengan model tampilan yang berbeda, tanpa harus secara manual merubah layoutnya.

d. Group Chart Styles

  • Model dari bar (bentuk batang dalam chart) yang akan ditampilkan. Tanpa harus secara manual merubahnya. Tersedia 54 model bar dalam 1 tipe chart.

e. Group Location

  • Move Chart. Digunakan untuk memindahkan lokasi chart yang berada berdekatan dengan range/table sumber ke worksheet baru.
Tab Layout

image

a.  group Current Selection

    • Chart Area. Digunakan untuk menunjukan bagian-bagian pada chart.
    • Format Selection.Anda bisa memformat bagian-bagian tersebut. Dalam hal ini adalah anda bisa memformat bagian-bagian dalam chart
    •  Reset to Match Style. Mengembalikan pengaturan format ke bentuk awal

b. Group Insert

  • Picture.Anda dapat menambahkan picture/gambar dalam chart.
  • Shapes.Anda dapat menambahkan shape/bentuk, seperti kotak, lingkaran, panah dsb dalam chart.
  • Text box. Memberikan text box didalam chart.

c. group Labels

  • Chart Titles.Menampilkan dan menonaktifkan judul chart. Serta posisi judul tersebut pada chart
  • Axis Titles. Menampilkan dan menonaktifkan judul sumbu x dan sumbu y.
  • Legend. Menampilkan dan menonaktifkan legend (keterangan bar dalam chart). Anda bisa menempatkan posisi legend pada atas, bawah, kiri, kanan chart.
  • Data Labels. Menampilkan dan menonaktifkan nilai/value dari data sumber anda. Sehingga pada chart anda terdapat nilai di setiap bar.
  • Data Table. Menampilkan dan menonaktifkan data table pada chart. Sehingga range/table sumber ditampilkan dalam chart.

d. group Axes

  • Axes. Menampilkan dan menonaktifkan keterangan pada sumbu x dan sumbu y chart. Ketika data anda berupa nilai dalam hitungan mata uang, anda bisa menampilkan data dalam satuan ribu, juta, dan milyar.
  • Gridlines. Menampilkan dan menonaktifkan garis pada chart.

e. group Background

  • Plot Area. Menampilkan dan menonaktifkan plot area.
  • Chart wall.Memformat chart wall
  • Chart Floor.Memformat chart floor
  • 3-D View. Menampilkan chart dalam 3 dimensi.

f. group Analysis

  • Trendline.Menambahkan sebuah trendline pada chart
  • Lines.Menambahkan garis pada chart.
  • Up/Down Bars.Menambahkan bar baru di atas atau di bawah chart.
  • Error Bars. Menampilkan error bar.

g. group Properties

  • Anda dapat memberikan nama untuk chart, sehingga memudahkan untuk pencarian sebuah chart.
tab format

image

a. group Current Selection

  • Chart Area. Digunakan untuk menunjukan bagian-bagian pada chart.
  • Format Selection.Anda bisa memformat bagian-bagian tersebut. Dalam hal ini adalah anda bisa memformat bagian-bagian dalam chart
  •  Reset to Match Style. Mengembalikan pengaturan format ke bentuk awal

b. group Shape Styles

Dalam Shape Styles ini anda dapat memberikan warna dan effect pada chart anda. Sehingga tampilan chart anda dilihat lebih menarik, berdasarkan template yang ada. Anda bisa memilih salah satu template yang ada.

  •  Shape Fill. Memberikan warna background untuk chart.
  •  Shape Outline. Memberikanwarna untuk garis luar chart anda.
  •  Shape Effects. Shape effect ini memberikan effect shadow, effect bevel dan lainnya

c. group WordArt Styles

Dalam WorArt Styles ini anda dapat memberikan warna dan effect pada text yang berada dalam chart, berdasarkan template yang ada. Anda bisa memilih salah satu template yang ada.

  •  Text Fill. Memberikan warna background untuk text dalam chart.
  •  Text Outline. Memberikan warna untuk garis luar text anda
  •  Text Effects. Shape effect ini memberikan effect shadow, effect bevel dan lainnya.

d. group Arrange

Dalam group ini perintah perintah didalamnya akan aktif jika anda menambahkan shape/bentuk ke dalam chart.

  •  Bring to Front.Memindahkan posisi suatu shape ke depan shape lain
  • Send to Back.Memindahkan posisi suatu shape ke belakang shape lain
  •  Selection Pane.Menampilkan sebuah pane (sebuah kotak dialog) untuk mengatur objek-objek (Shapes, Chart, Picture, ClipArt, SmartArt) yang berada dalam worksheet. Anda bisa menyembunyikan objek-objek tersebut, dan menampilkannya kembali di lain waktu.
  •  Align.Untuk mengatur perataan dari shape-shape yang ada.
  •  Group.Menggabungkan shape-shape yang ada.
  •  Rotate. Memutar posisi shape.

e. group Size

  • Digunakan untuk mengatur lebar dan panjang dari sebuah objek.

4. Membuat sebuah chart template

Untuk menggunakan sebuah chart yang anda sukai dan sesuai dengan keinginan anda, anda bisa menyimpan chart sebagai sebuah chart template (*.crtx). Chart template ini berisi semua format yang anda buat beserta dengan model chart yang anda pilih. Dibanding anda harus menyesuaikan sebuah chart baru dengan merubah semua propertiesnya. Anda bisa menggunakan chart template ini untuk membuat model yang sama untuk chart anda tanpa harus mengeditnya tiap chart.

  1. Klik chart yang akan anda jadikan sebagai template
  2. Pada tab Design, pada group Type, klik Save Template.
  3. akan muncul kotak dialog Save in.
  4. Pada kotak File name, ketikan nama untuk chart template tersebut.
  5. Klik Save.

5. Membuat sebuah chart baru dengan chart template

  1. Pastikan anda memiliki range/table data, sebagai data sumber untuk membuat chart.
  2. Tempatkan kursor mouse dalam range/table data.
  3. Klik tab Insert, pada group Chart, pilih chart model mana saja, lalu klik All Chart Types.
  4. Akan muncuk kotak dialog Create Chart.
  5. Klik Templates, lalu klik chart template yang sudah tersedia.
  6. Klik OK.

Catatan. Anda bisa juga untuk merubah chart yang sudah ada dengan sebuah chart template.

6. Membuang atau menghapus sebuah chart template

  1. Klik tab Insert, pada group Chart, pilih chart model mana saja, lalu klik All Chart Types.
  2. Akan muncuk kotak dialog Create Chart.
  3. Klik Manage Template.
  4. Akan muncul jendela Windows Explorer.
  5. Klik pada file chart template tersebut, lalu tekan Delete pada keyboard anda.

7. Menambahkan sebuah Chart Title

Untuk membuat sebuah chart mudah dipahami, anda bisa menambahkan title (judul) untuk chart title dan axis title (sumbu). Axis title biasanya untuk ditampilkan pada sumbu x dan sumbu y dari chart anda.

  1. Klik chart anda yang akan dibuatkan sebuah judul chart.
  2. Pada tab Layout, pada group Labels, klik Chart Title.
  3. Klik Centered Overlay Title atau Above Chart.
  4. Pada text box Chart Title yang muncul dalam chart, ketikan judul untuk chart tersebut.

image

8. Membuat sebuah Axis Title

Pengaktifan axis title untuk menambahkan sebuah judul untuk sumbu x dan sumbu y sebuah chart.

  1. Klik chart anda yang akan dibuatkan sebuah judul chart.
  2. Pada tab Layout, pada group Labels, klik Axis Title.
  3. Anda bisa melakukan salah satu langkah di bawah ini:
    • Untuk memberikan judul pada sumbu x, klik Primary Horizontal Axis Title, lalu klik Title Below Axis.
    • Untuk memberikan judul pada sumbu x, klik Primary Vertical Axis Title, anda bisa memilih Rotated Title, Vertical Title, atau Horizontal Title.
  4. Pada text box Axis Title yang muncul dalam chart, tempatkan kursor, lalu ketikkan judul untuk sumbux atau sumbu y.

image

9. Menambahkan data label pada chart

Data label ini berguna untuk menampilkan nilai/value pada bar pada chart. Dan tampilan nilai ini berada pada bar sebuah chart.

  1. Klik chart anda yang akan tambahkan data label.
  2. Pada tab Layout, pada group Labels, klik Data Labels.
  3. Anda bisa memilih penempatan data labels pada Center, Inside End, Inside Base, dan Outside end.

image

10. Merubah lokasi penempatan legend

Legend digunakan untuk memberikan keterangan dari bar sebuah chart.

  1. Klik chart anda yang akan dirubah lokasi legend.
  2. Pada tab Layout, pada group Labels, klik Legend.
  3. Anda bisa memilih lokasi legend pada Show Legend at Right, Show Legend at Top, Show Legend at Right, Show Legend at Bottom, Overlay Legend at Right, atau Overlay Legend at Left.

image

11. Menambahkan Data Table

Data Table digunakan untuk menambahkan table sumber pada chart.

  1. Klik chart anda yang akan tambahkan Data Table lokasi legend.
  2. Pada tab Layout, pada group Labels, klik Data Table.
  3. Anda bisa memilih menampilkan Data table pada Show Data Table atau Show Data Table with Legend Keys.

image

Menggunakan Sort pada Excel 2010

Sort Data

Sort data atau pengurutan data adalah sebuah bagian dari analisis data. Anda mungkin ingin sort nama-nama karyawan anda berdasarkan urutan nama dari A ke Z. Menampilkan nilai penjualan dari penjualan tertinggi ke penjualan terendah. Dalam Microsoft Excel 2010 ini anda bisa sort menggunakan data yang anda miliki, lalu sort dari atas ke bawah atau sebaliknya. Anda bisa juga sort berdasar pada warna huruf, warna cell dan icon.

Pengurutan data ini membantu anda memudahkan untuk melihat dan mengerti data, mencari data yang anda inginkan dan yang pasti akan lebih efektif untuk pengambilan keputusan.

Catatan. Untuk mencari data yang memiliki 10 penjualan tertinggi, anda tidak bisa menggunakan sort, anda harus menggunakan Filter.

1. SORT TEXT

  1. Tempatkan kursor pada sebuah cell dalam sebuah kolom. Anda harus menempatkan kursor dalam sebuah kolom, dimaksudkan untuk mengurutkan data berdasarkan kolom tersebut. Yang secara otomatis kolom-kolom lain dalam tabel tersebut akan menyesuaikan dengan pengurutan yang anda buat. Pastikan bahwa kolom tersebut adalah text!!!
  2. Pada tab Home, pada group Editing, klik Sort & Filter, lalu lakukan salah satu cara di bawah ini:
  • Untuk mengurutkan dari besar ke kecil (ascending), klik Sort A to Z.
  • Untuk mengurutkan dari kecil ke besar (descending), klik Sort Z to A.

image

Berikut contoh pengurutan data pada kolom Sales

image

Sebuah tabel sebelum di Sort

image

Sebuah tabel setelah di Sort

Seperti dapat anda lihat pada 2 gambar di atas, bahwa pengurutan dalam contoh ini mengurutkan berdasarkan Sales. Sehingga setelah diurutkan, nama Sales pada record pertama adalah Ade dan record terakhir adalah Lala.

2. SORT ANGKA (NUMERIK)

  1. Tempatkan kursor pada sebuah cell dalam sebuah kolom. Pastikan bahwa kolom tersebut adalah angka!!!
  2. Pada tab Home, pada group Editing, klik Sort & Filter, lalu lakukan salah satu cara di bawah ini:
  • Untuk mengurutkan nomor terbawah ke nomor tertinggi, klik Sort Smallest to Largest.
  • Untuk mengurutkan nomor tertinggi ke nomor terbawah, klik Sort Largest to Smallest.

3. SORT TANGGAL DAN WAKTU

  1. Tempatkan kursor pada sebuah cell dalam sebuah kolom. Pastikan bahwa kolom tersebut adalah tanggal atau waktu!!!
  2. Pada tab Home, pada group Editing, klik Sort & Filter, lalu lakukan salah satu cara di bawah ini:
  • Untuk mengurutkan tanggal atau waktu terdahulu ke terbaru, klik Sort Oldest to Newest.
  • Untuk mengurutkan tanggal atau waktu terbaru ke terdahulu, klik Sort Newest to Oldest.

4. SORT WARNA, WARNA HURUF DAN ICON

Jika anda secara manual memberikan format pada sebuah data, baik itu format warna cell, warna huruf, dan pemberian icon. Atau mungkin anda memberikan sebuah conditional formatting. Anda bisa menggunakan sort jika data anda memiliki format tersebut.

  1. Anda bisa menempatkan kursor dimana saja dalam sebuah tabel.
  2. Pada tab Home, pada group Editing, klik Sort & Filter, lalu klik Custom Sort.
  3. Akan menampilkan kotak dialog Sort.
    • Di bawah Column, pada kotak Sort by, pilih panah drop down untuk memilih kolom yang akan anda sort.
    • Di bawah Sort On, pilih type dari sort, anda bisa memilih:

             i. Untuk sort berdasarkan warna cell, pilih Cell Color, lalu pilih warnanya.

            ii. Untuk sort berdasarkan warna huruf, pilih Font Color, lalu pilih warnanya.

           iii. Untuk sort berdasarkan icon set, pilih Cell Icon, lalu pilih warnanya.

    1. Di bawah Under, pilih berdasarkan apa yang anda sort.
  • Pilih warna yang akan anda urutkan, dan pilih On Top atau On Bottom.
    1. Klik OK.

Contoh.

Di bawah ini ada sebuah tabel yang diberikan conditional formatting pada kolom unit. Dalam scenario ini anda akan mengurutkan Unit untuk menghasilkan icon-icon panah keatas warna hijau berada di paling atas tabel.

clip_image002

Tabel yang memiliki conditional formatting pada kolom Unit

clip_image004

Pengaturan pada kotak dialog Sort (Custom Sort)

clip_image006

Tabel yang memiliki conditional formatting setelah diberikan sort

Hal yang harus anda ketahui ketika bekerja dengan Sort

  1. Normalkan hide kolom atau row. Sebelum anda melakukan sort, pastikan bahwa anda sudah menormalkan kolom atau baris yang anda sembunyikan.
  2. Biasakan memiliki kolom Header dalam satu baris. Jika anda memiliki beberapa baris untuk judul dari kolom, lalu menempatkannya dalam 2 cell, pastikan bahwa judul/header tersebut hanya dalam 1 cell saja. Aktifkan Wrap Text.

Menggunakan Data Validation Excel 2010

Validation digunakan untuk setiap input/ketikan yang anda masukkan pada cell dalam worksheet harus sesuai dengan apa yang anda inginkan. Pemakaian validation mengurangi kesalahan penulisan. Anda bisa menggunakan Data Validation pada sebuah cell atau range. Anda bisa menentukan apakah yang boleh diisikan pada sebuah cell itu berupa Any value, Whole number, Decimal, List, Date, Time, Text length, dan Formula.

Any value Ini adalah default, berarti apa saja bisa diinput
Whole number Semua bilangan bisa diinput
Decimal Hanya bilangan decimal saja yang bisa diinput
List Sebuah daftar/list yang anda harus tentukan terlebih dahulu
Date Hanya tanggal yang bisa diinput
Time Hanya waktu yang bisa diinput
Text length Panjang karakter yang diperbolehkan diinput pada cell
Costum Digunakan untuk Formula

 

1. Membuat sebuah drop down list dari sebuah range

clip_image002

Tampilan drop down list menggunakan Validation

Untuk memudahkan memasukkan data, atau untuk membatasi setiap data yang masuk ke sebuah cell, anda bisa membuat sebuah drop down list. Ketika anda membuat sebuah drop down list untuk sebuah cell, maka akan menampilkan panah ke bawah yang akan menampilkan daftar list anda. Untuk memasukkan data tersebut, anda pilih panah ke bawah, lalu pilih data yang ingin anda masukan.

Untuk membuat sebuah drop down list dari sebuah range, gunakan Data validation yang berada pada tab Data pada group Data Tools.

clip_image003

Tampilan perintah Data Validation

  • Anda harus membuat sebuah daftar list yang akan anda gunakan nanti sebagai drop down list. Masukkan beberapa data dalam sebuah kolom atau baris dimana saja dalam worksheet anda. Sebagai contoh: Ada data pada cell E2, E3, E4, dan E5 atau disebut E2:E5. seperti tabel di bawah ini.

image

    1. Tempatkan kursor pada cell yang anda inginkan drop down list. Misal, anda klik C1 untuk menempatkan kursor.
    2. Klik tab Data, pada group Data Tools, klik Data Validation.

          Akan tampil kotak dialog Data Validation.

            i. Klik tab Settings.

           ii. Pada kotak Allow, klik List

          iii. Pada kotak Source:, Ketik =$E$2:$E$5

          iv. Klik OK.

    image

    1. Setelah anda selesai mengatur pada kotak dialog Data Validation, selanjutnya anda coba pada cell C1. Anda bisa memilih daftar list dari drop down list.

Catatan.

  1. Anda harus memasukkan tanda sama dengan (=) diawal alamat range data anda.
  2. Penggunaan tanda $ pada =$E$2:$E$5 adalah digunakan jika anda memindahkan data pada range tersebut ke alamat lain dalam worksheet yang sama atau worksheet lain. Maka anda tidak perlu merubah pengaturan pada kotak dialog Data Validation.
  3. Jika anda tidak ingin mengetik alamat data range anda, anda bisa menggunakan kotak collapse dialogsclip_image002[4].          Klik tanda panah merah yang berwarna kotak ini, lalu pilih/blok data range anda yang berada di C2:C5.
  4. Anda bisa memasukkan sebanyak 32.767 daftar list dari sebuah drop down list.
2. Menampilkan pesan kesalahan (Error Alert)

Anda bisa menampilkan sebuah pesan kesalahan ketika sebuah cell atau range yang telah anda tentukan data validation nya, diisi dengan data yang tidak benar.

  1. Pilih cell atau range yang memiliki data validation. Dalam contoh ini C1
  2. Klik tab Data, pada group Data Tools, klik Data Validation.

      Akan tampil kotak dialog Data Validation.

        i. Klik tab Error Alert.

       ii. Pada kotak Style, anda bisa memilih Eror Alert nya.

             – Stop akan mencegah pengetikan data yang salah. Pada model ini, anda harus mengetikan data yang benar atau memilih pada drop down list.

             – Warning akan menampilkan sebuah pesan yang tidak mencegah pengetikan data.

            – Information akan menampilkan informasi yang tidak mencegah pengetikan data.

       iii. Pada kotak Title:, anda bisa memasukkan judul dari pesan anda.

     iv. Pada kotak Error Message:, anda bisa memasukkan isi pesan anda.

  1. Klik OK.

Anda bisa untuk mengecek apakah pengaturan Error Alert anda sudah benar atau tidak dengan mencoba memasukkan data apa saja selain yang terdapat pada daftar list dorp down pada cell C1.

image

Catatan. Anda bisa memasukan sebanyak 255 karakter pada kotak Error message.

3. Menampilkan sebuah pesan ketika kursor berada pada sebuah cell atau range

clip_image002[6]

Tampilan Input Message

Anda bisa menampilkan sebuah pesan ketika posisi kursor anda berada pada sebuah cell atau range. Untuk menampilkan informasi yang berhubungan dengan sebuah cell atau range.

  1. Pilih sebuah cell atau range
  2. Klik tab Data, pada group Data Tools, klik Data Validation.
  3. Pilih tab Input Message

      i. Pada kotak Title:, anda bisa memasukkan judul dari pesan anda.

     ii. Pada kotak Input Message:, anda bisa memasukkan isi pesan anda.

  1. Klik OK.

Seperti terlihat pada gambar di atas, ketika kursor berada pada cell C1, memunculkan sebuah pesan.

4. Membuang pengaturan validation
  1. Pilih sebuah cell atau range yang memiliki validation
  2. Klik tab Data, pada group Data Tools, klik Data Validation.
  3. Klik Clear All.
  4. Klik OK.

Menggunakan Conditional Formatting Excel 2010

Conditional Formatting

Sebuah conditional formatting merubah tampilan dari range data berdasarkan sebuah kondisi atau kriteria. Jika kondisi yang anda terapkan adalah benar, maka range tersebut akan diformat berdasarkan sebuah kondisi. Jika kondisi yang anda terapkan salah, maka range tersebut akan diformat berdasarkan kondisi salah. Sehingga anda dapat melihat sebuah perbedaan format dari range data berdasarkan satu atau lebih kondisi.

Conditional formatting membantu anda untuk melihat cell dan range yang menampilkan data dengan format berdasarkan dari tipe data yang anda masukan. Untuk tampilan format Microsoft Excel 2010 dan 2007 menyediakan fasilitas baru yaitu data bars, color scles dan icon sets. Fasilitas pada Excel 2003 sebelumnya tetap disediakan.

1 Format Cell dengan 2 corak warna berbeda

Color scales memberikan tampilan yang akan membantu anda untuk melihat distribusi data dan variasinya. Sebuah two-color scale (2 corak warna) membantu anda untuk membandingkan sebuah range menggunakan sebuah gradasi dari 2 buah warna. Corak dari warna menghasilkan nilai tertinggi atau nilai terendah. Sebagai contoh, dengan menggunakan warna hijau dan warna merah, anda bisa menentukan nilai tertinggi dengan pemberian warna hijau dan nilai terendah dengan warna merah.

Format cara cepat

  1. Pilih sebuah range.
  2. Klik tab Home, pada group Style, klik Conditional Formatting, lalu klik Color Scales.
  3. Pilih sebuah two-color scales.

CondFormat

Gambar 1. Tampilan perintah Conditional Formatting

Format Lebih lanjut

  1. Pilih sebuah range.
  2. Klik tab Home, pada group Style, klik Conditional Formatting, lalu klik Manage Rules.
  3. Akan menampilkan kotak dialog Conditional Formatting Rules Manager.
  4. Untuk membuat sebuah conditional formatting, klik New Rule.
  5. Akan menampilkan kotak dialog New Formatting Rule.
  6. Di bawah Select a Rule Type, klik Format all cells based on their values.
  7. Di bawah Edit the Rule Description, klik panah dropdown Format Style, pilih 2-Color Scale.
    • Pilih pada panah dropdown Minimum dan Maximum, anda bisa memilih berdasarkan:

Tabel 1 Type Value

CondFormat1

Catatan. Harus diingat bahwa ketika anda memasukan sebuah nilai pada Minimum Value dan Maximum value, pastikan bahwa Minimum Value harus lebih kecil dari Maximum Values.

    • Untuk memilih warna yang akan anda gunakan untuk membedakan hasilnya, pilih warna yang anda sukai, pada Color, untuk Minimun dan Maximum.
    • Anda bisa melihat contoh tampilannya, dengan klik Preview.
    • Klik OK, untuk menutup kotak dialog New Formatting Rule.

8. Klik OK, untuk menutup kotak dialog Conditional Formatting Rules Manager.

CondFormat2

Gambar 2. Tampilan membuat sebuah Conditional Formatting

Contoh.

clip_image005

Gambar 3. Data sebelum diberi Conditional Formatting

  1. Pilih data yang akan diberi conditional formatting. Dalam contoh ini datanya adalah E3:E11. (Dalam contoh ini, hanya range tertentu yang diberikan conditional formatting. Anda juga bisa memberikan untuk keseluruhan tabel).
  2. Klik tab Home, pada group Style, klik Conditional Formatting, lalu klik Manage Rules.
  3. Akan menampilkan kotak dialog Conditional Formatting Rules Manager.
  4. Untuk membuat sebuah conditional formatting, klik New Rule.
  5. Akan menampilkan kotak dialog New Formatting Rule.
  6. Di bawah Select a Rule Type, klik Format all cells based on their values.
  7. Di bawah Edit the Rule Description, klik panah dropdown Format Style, pilih 2-Color Scale.
    • Klik Preview, untuk menampilkan hasil format.
    • Klik OK, untuk menutup kotak dialog New Formatting Rule.
  8. Klik OK, untuk menutup kotak dialog Conditional Formatting Rules Manager.

clip_image007

Gambar 4. Data setelah diberi Conditional Formatting

2 Format cell dengan menggunakan Data Bars

Sebuah data bar membantu anda melihat nilai dari sebuah cell. Panjang dari data bar menampilkan nilai dari cell. Bar paling panjang meampilkan sebuah nilai tertinggi dan bar paling pendek menampilkan sebuah nilai terendah. Ini memudahkan anda untuk melihat data, seperti data paling tinggi dan rendah dari sebuah tabel penjualan.

Format cara cepat

  1. Pilih sebuah range.
  2. Klik tab Home, pada group Style, klik Conditional Formatting, lalu klik Data Bars.
  3. Pilih sebuah icon data bar.

Format lebih lanjut

  1. Pilih sebuah range.
  2. Klik tab Home, pada group Style, klik Conditional Formatting, lalu klik Manage Rules.
  3. Akan menampilkan kotak dialog Conditional Formatting Rules Manager.
  4. Untuk membuat sebuah conditional formatting, klik New Rule.
  5. Akan menampilkan kotak dialog New Formatting Rule.
  6. Di bawah Select a Rule Type, klik Format all cells based on their values.
  7. Di bawah Edit the Rule Description, klik panah dropdown Format Style, pilih Data Bar.
  • Pilih pada panah dropdown Shortest Bar dan Longest Bar. Untuk memilih Type Value.
  • Untuk memilih warna yang akan anda gunakan untuk membedakan hasilnya, pilih warna yang anda sukai, pada Bar Color, untuk Shortest Bar dan Longest Bar.
  • Anda bisa melihat contoh tampilannya, dengan klik Preview.
  • Klik OK, untuk menutup kotak dialog New Formatting Rule.
  1. Klik OK, untuk menutup kotak dialog Conditional Formatting Rules Manager.

Catatan. Anda bisa merubah tipe value yang akan anda munculkan, seperti pada Tabel 1Type Value di atas. Anda bisa merubah ke Number, Date, Time, Percent, Formula, dan Percentile.

clip_image002

Gambar 5. Tampilan format menggunakan Data bar

3 Format cell dengan menggunakan Icon Set

Dengan menggunakan sebuah icon set anda dapat melihat tampilan data dibagi kedalam 3 sampai 5 bagian tampilan tiap nilai. Setiap icon menampilkan sebuah range dari nilai. Misal, dengan mengunakan 3 Arrow icon set, warna hijau panah atas menampilkan nilai tertinggi, warna kuning panah kanan menampilkan nilai tengah, dan warna merah panah bawah menampilkan nilai terendah.

Format cara cepat

  1. Pilih sebuah range.
  2. Klik tab Home, pada group Style, klik Conditional Formatting, lalu klik Icon Set.
  3. Pilih sebuah icon set.

Format lebih lanjut

  1. Pilih sebuah range.
  2. Klik tab Home, pada group Style, klik Conditional Formatting, lalu klik Manage Rules.
  3. Akan menampilkan kotak dialog Conditional Formatting Rules Manager.
  4. Untuk membuat sebuah conditional formatting, klik New Rule.
  5. Akan menampilkan kotak dialog New Formatting Rule.
  6. Di bawah Select a Rule Type, klik Format all cells based on their values.
  7. Di bawah Edit the Rule Description, klik panah dropdown Format Style, pilih Icon Set.
    • Pilih pada panah dropdown Icon Style yaitu 3 Arrows.
    • Aktifkan cek box Reverse Icon Order untuk menampilkan kebalikan icon.
    • Aktifkan cek box Show Icon Only untuk menampilkan hanya icon nya saja, data disembunyikan.
    • Anda bisa melihat contoh tampilannya, dengan klik Preview.
    • Klik OK, untuk menutup kotak dialog New Formatting Rule.
  8. Klik OK, untuk menutup kotak dialog Conditional Formatting Rules Manager.

Catatan. Secara default jika anda menggunakan icon 3 Arrows, maka Type Valuenya adalah Percentile. Anda bisa merubahnya ke Number dan menentukan sendiri range dari angkanya.

clip_image004

Gambar 6. Tampilan Format menggunakan Icon Set.

4 Format hanya cell yang berisi text, number, date, atau time.

Untuk memudahkan mencari isi cell tertentu dalam sebuah range, anda bisa memformat dengan sebuah operator perbandingan. Sebagai contoh, dalam sebuah tabel inventory. Anda bisa memformat hanya pada barang yang terjual oleh sales yang datanya lebih kecil dari 10 dengan warna merah. Atau dalam tabel pegawai, format data yang jabatannya Manager, dsb.

Format cara cepat

  1. Pilih sebuah range.
  2. Klik tab Home, pada group Style, klik Conditional Formatting, lalu klik Highlight Cells Rules.
  3. Pilih salah satu perintah di bawah ini.

clip_image006

a. Greather Than

Digunakan untuk menampilkan format pada data yang lebih besar dari angka yang anda masukan.

  • Masukan sebuah angka/nilai
  • Klik OK

b. Less Than

Digunakan untuk menampilkan format pada data yang lebih kecil dari angka yang anda masukan.

  • Masukan sebuah angka/nilai
  • Klik OK

c. Between

Digunakan untuk menampilkan format data yang berada dalam sebuah range angka. Misalkan, angka 5 dan 10. Ini berarti data akan terformat hanya dari 5 sampai 10.

  • Masukan sebuah angka/nilai, pada kotak yang ada
  • Klik OK

d. Equal To

Digunakan untuk menampilkan format data yang sama dengan angka yang anda masukan.

  • Masukan sebuah angka/nilai
  • Klik OK

e. Text that Contains

Digunakan untuk menampilkan format data yang sama dengan kata yang anda masukan. Misalkan kata Manager, maka data yang berisi Manager akan terformat.

  • Masukan sebuah angka/nilai
  • Klik OK

f. A Date Occuring

Digunakan untuk menampilkan format data tanggal yang anda pilih pada panah dropdown. Anda bisa memilih salah satu dari daftar yang ada, maka tanggal yang sesuai akan terformat.

Misalkan, anda membuat range data tanggal dari awal bulan sampai akhir bulan, lalu membuat conditional formatting untuk range data tersebut dengan memilih This Week. Misalkan tanggal sekarang berada dalam minggu pertama, maka secara otomatis ketika anda / komputer berada pada tanggal di minggu kedua dan seterusnya, maka akan menampilkan format pada minggu tanggal saat itu.

  • Pilih panah drop down daftar yang ada
  • Klik OK

Catatan. Pastikan tanggal yang anda masukan sesuai dengan teknik penulisan tanggal. Lihat kembali Bab II.

g. Duplicate Values

Digunakan untuk menampilkan format data jika anda memiliki data yang sama dalam sebuah range. Anda bisa memilih duplicate (menampilkan data yang sama) dan Unique (menampilkan data yang berbeda).

  • Pilih panah drop down daftarnya.
  • Klik OK
5 Mencari cell yang memiliki conditional formatting

Jika worksheet anda memiliki conditional formatting pada satu atau lebih cell. Anda dapat dengan cepat untuk mencarinya, sehingga anda dapat merubah, mengcopy, atau membuang sebuah conditional formatting.

  1. Anda tempatkan kursor dimana saja
  2. Klik tab Home, pada group Editing, klik Find & Select, lalu klik Conditional Formatting.
6 Menghapus conditional formatting

Anda bisa memilih salah satu cara di bawah ini:

Pada range

  1. Pilih sebuah range yang memiliki conditional formatting.
  2. Klik tab Home, pada group Style, klik Conditional Formatting, klik Clear Rules, klik Selected Cells.

Pada sebuah workshet

  1. Pilih worksheet yang memiliki conditional formatting.
  2. Klik tab Home, pada group Style, klik Conditional Formatting, klik Clear Rules, klik Entire Sheet.

Menggunakan Subtotal pada Excel 2010

Bekerja dengan Subtotal

Anda bisa menghitung otomatis subtotals dan grand totals dari sebuah tabel untuk sebuah kolom dengan menggunakan Subtotal yang berada pada tab Data pada group Outline. Subtotal menampilkan data anda dengan merinci detail data, serta menampilkan subtotal dan grand total. Serta menampilkan sebuah outline. Yaitu sebuah tampilan pada Microsoft Excel yang berguna untuk menyembunyikan dan menampilkan data.

Subtotaladalah sebuah perhitungan yang secara otomatis menghitung data yang ada pada tabel atau range anda. Dengan mengelompokan data yang ada. Sebaiknya sebelum menggunakan subtotal, kelompokan data anda menggunakan perintah Sort. Sehingga tabel anda lebih mudah untuk dianalisis.

Grand totals adalah sebuah perhitungan yang berasal dari detail data anda. Ini adalah sebuah summary dari tabel anda.

Membuat sebuah Subtotal
  1. Tempatkan kursor pada salah satu cell tabel anda
  2. Gunakan perintah Sortuntuk mengelompokkan data. (Jika diperlukan)
  3. Klik tab Data pada group Outline, klik Subtotal.

Menampilkan kotak dialog Subtotal.

    1. Pada panah drop down At each change in, klik nama kolom tabel anda, dalam contoh ini pilih Nama Barang.
    2. Pada Use function, klik fungsi yang akan anda gunakan untuk summary subtotal. Dalam contoh ini klik Sum.
    3. Pada Add Subtotal to, aktifkan cek box pada tiap kolom yang berisi sebuah nilai yang akan anda subtotal. Dalam contoh ini, aktifkan Penjualan. Jika tabel anda memiliki beberapa kolom yang mempunyai data nilai, maka anda bisa memilih kolom yang akan anda hitung lebih dari satu kolom.
    4. Jika anda ingin menampilkan page break tiap subtotal, aktifkan Page break between groups.
    5. Secara default Summary below dataaktif, ini akan mengaktifkan perhitungan secara global pada tabel anda. Sehingga anda bisa mengetahui total keseluruhan.
    6. Anda juga bisa menggunakan Replace current subtotals. Digunakan untuk mengganti fungsi yang telah ada sebelumnya. Jika anda tidak ingin perubahan yang ada lakukan ketika anda telah membuat sebuah subtotal, nonaktifkan perintah ini. Secara default perintah ini akatif, ini berarti setiap anda melakukan sebuah perubahan pada subtotal anda, misalnya nada mengganti fungsi Sum menjadi Average, maka subtotal yang Sum akan digantikan oleh Average.
    7. Klik OK.

clip_image002

Tampilan perintah Subtotal

clip_image003

Tabel yang belum diberi Subtotal

clip_image004

Tabel yang telah diberi Subtotal

Untuk menampilkan sebuah summary dari subtotal dan grand total, klik pada simbol clip_image005.

Pada outline 1 menampilkan Grand Total.

Pada outline 2 menampilkan subtotal dan Grand Total.

Pada outline 3 menampilkan detail data dari tabel anda. Sehingga dapat dengan mudah menganalisa data anda tanpa harus melihat data secara keseluruhan. Dan memudahkan anda juga untuk mencetaknya. Atau anda bisa menggunakan tanda clip_image006 atau clip_image007 untuk menampilkan atau menyembunyikan detail data anda.

Menghilangkan perintah Subtotal

Ketika anda akan membuang subtotal, maka Microsoft Excel juga akan membuang outlinenya.

  1. Tempatkan kursor pada salah satu cell tabel anda yang telah memiliki subtotal.
  2. Klik tab Data pada group Outline, klik Subtotal.
  3. Klik Remove All.
  4. Klik OK.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 102 pengikut lainnya.